BEKASI, KOMPAS.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi mengambil sampel air di aliran kali wilayah Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Senin (18/5/2026).
Langkah itu dilakukan setelah muncul dugaan pencemaran limbah yang menyebabkan aliran kali di sepanjang Jembatan Rawalumbu berubah menjadi warna biru pekat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup DLH Kota Bekasi Wulan Agustina Triwardani mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Baca juga: Penjambret Ponsel WN Italia di Bundaran HI Ditangkap Polisi
“Tim UPTD Lab sudah melakukan uji kualitas air di lokasi Kali Jembatan 7 Bojong Rawalumbu. Kami juga menurunkan tim PPLH untuk melakukan verifikasi lapangan,” ujar Wulan saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Senin.
Dok: WARGA Kondisi kali di Jalan Pungut Dalam, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi yang sempat berwarna biru diduga karena tercemar limbah industri. Jumat (15/5/2026).
Menurut Wulan, hasil pemeriksaan parameter lapangan menunjukkan beberapa indikator dasar air masih berada dalam kategori normal.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, tingkat keasaman (pH) air tercatat sebesar 7,54 atau berada dalam kondisi netral. Suhu air berada di angka 30 derajat celsius dengan kadar oksigen terlarut (DO) sebesar 4,5 mg/L.
Selain itu, nilai daya hantar listrik (DHL) tercatat sebesar 644,35 µS yang menunjukkan adanya kandungan zat terlarut dalam air. Sementara kadar klorin bebas ditemukan sebesar 0,08 mg/L.
Meski sejumlah parameter masih berada dalam batas wajar, DLH menyebut fenomena perubahan warna air menjadi biru tetap perlu ditelusuri lebih lanjut untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan limbah berbahaya.
“Perlu ada pemeriksaan lanjutan untuk memastikan ada atau tidaknya kandungan limbah kimia maupun bahan berbahaya lainnya di aliran sungai tersebut,” kata Wulan.
Ia menambahkan, kondisi air di lokasi saat ini tampak keruh dan tidak ditemukan endapan maupun bau menyengat.
Baca juga: Dishub Jaksel Waspada, Potensi Pungli Ditemukan di CFD Rasuna Said
“Sementara ini kondisi airnya memang keruh, tetapi tidak ada endapan dan juga berbau,” ujar dia.
Pantauan Kompas.com di lokasi menunjukkan, aliran kali dari Jembatan 0 hingga Jembatan 9 Rawalumbu sudah tidak lagi berwarna biru pekat seperti yang terlihat pada Jumat (15/5/2026) dan Sabtu (16/5/2026).
Kondisi air kini tampak abu-abu kehitaman dengan arus yang cukup deras.
Sebelumnya diberitakan, video yang memperlihatkan aliran kali di area Bojong Rawalumbu, Kota Bekasi, berubah menjadi warna biru pekat viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @bekasiterkini.