REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menjawab santai kabar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI mengakuisisi jet tempur Sukhoi Su-35 dari Rusia. Dia meminta masalah itu ditanyakan langsung kepada Menteri Pertahanan RI.
Purbaya mengaku, tugasnya adalah membayar pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang diajukan Kemenhan RI. "Anda bisa tanya Menhan kalau soal itu, saya gak ngerti soal itu saya cuma bagian bayar saja," ucap Purbaya saat menjawab pertanyaan Republika di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (18/5/2026).
Baca Juga
TNI AU Dapat Tambahan Alutsista, dari Jet Tempur Rafale hingga Rudal Meteor
Prabowo Tegaskan Modernisasi Alutsista TNI Bukan untuk Agresi
RI 1 Bakal Hadiri Penyerahan Jet Rafale Hingga Falcon 8X
Selain itu, ia membenarkan, anggaran pertahanan naik cukup signifikan. Meski begitu, Purbaya enggan membocorkan bujet pertahanan untuk tahun anggaran 2027 hingga 2029. "Tapi kalo Anda tanya jumlahnya kan rahasia juga," ujar Purbaya menjawab pertanyaan wartawan lainnya.
Dia menegaskan, kenaikan anggaran pertahanan sebagai bentuk perintah Presiden RI Prabowo Subianto yang berniat memperkuat alutsista trimatra TNI. Purbaya menegaskan, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hanya bertugas memenuhi kewajiban anggaran yang dirancang RI 1. "Akan kita perkuat terus darat laut dan udaranya. Saya bagian bayar saja," kata Purbaya.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Di tengah ketidakpastian global, Purbaya menegaskan, Kemenkeu bakal menjaga pertumbuhan ekonomi agar anggaran pertahanan bisa terpenuhi. "Tahun depan ada, tahun depannya juga ada. Tahun depan sudah ada anggaran juga cukup besar, jadi di tengah uncertainty seperti sekarang yang dibilang Presiden betul, kita harus jaga kemampuan pertahanan kita," ucap Purbaya.