VIVA – Kerusuhan besar pecah dalam laga terakhir Ligue 1 antara FC Nantes melawan Toulouse FC. Pertandingan bahkan terpaksa dihentikan hanya setelah berjalan 22 menit akibat invasi suporter dan aksi pelemparan flare di Stadion Beaujoire.
Situasi panas itu dipicu kekecewaan besar fans Nantes usai klub kesayangan mereka dipastikan terdegradasi dari Ligue 1 musim ini. Nantes hanya mampu meraih lima kemenangan dari 33 pertandingan liga dan harus turun kasta untuk pertama kalinya sejak kembali ke Ligue 1 pada 2013.
Sejak awal laga, atmosfer stadion memang sudah terasa tegang. Saat skor masih 0-0, ribuan ultras Nantes mulai menyalakan flare di tribun sebelum akhirnya ratusan suporter nekat merangsek masuk ke lapangan.
Petugas keamanan stadion sempat kewalahan menahan massa. Sejumlah suporter bahkan berhasil mencapai area lapangan sehingga pemain dari kedua tim langsung berlari masuk ke lorong stadion demi alasan keamanan.
Polisi Prancis pun turun tangan untuk menghalau massa dan memastikan seluruh pemain serta ofisial berada dalam kondisi aman.
Momen emosional juga terlihat dari pelatih Nantes, Vahid Halilhodzic. Pelatih asal Bosnia itu tampak nyaris menangis saat mencoba mendekati ultras Nantes untuk menenangkan situasi.
Laga kontra Toulouse menjadi pertandingan terakhir Halilhodzic bersama Nantes dalam periode keduanya di klub. Pria 74 tahun tersebut sebenarnya sempat keluar dari masa pensiun demi membantu Nantes lolos dari degradasi sejak kembali menangani tim pada Maret lalu.
Namun usaha itu gagal membuahkan hasil. Nantes tetap finis di posisi ke-17 klasemen dan harus turun ke Ligue 2.
Setelah kericuhan berhasil diredam, wasit Stephanie Frappart akhirnya memutuskan menghentikan pertandingan secara permanen hampir 40 menit setelah laga ditunda.
“Keputusan menghentikan pertandingan secara permanen dibuat demi alasan keamanan,” ujar Frappart.
Dalam pernyataan resminya, Nantes mengaku kecewa karena laga kandang terakhir musim ini seharusnya menjadi momen perpisahan untuk sang pelatih sekaligus kesempatan menutup musim dengan harga diri.
“Namun setelah penggunaan flare di tribun dan invasi lapangan pada menit ke-22, pihak berwenang bersama tim wasit memutuskan pertandingan dihentikan,” tulis Nantes.





