Bisnis.com, JAKARTA – Emiten unggas PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) sudah membukukan kinerja solid sepanjang kuartal I/2026. Raihan tersebut menjadi basis kuat ekspektasi kinerja bottom line perseroan sepanjang tahun ini akan tumbuh melampaui capaian 2025.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Wilastita Muthia Sofi dalam risetnya yang terbit 18 Mei 2026 menjelaskan bahwa laba bersih JPFA sebesar Rp1,82 triliun dalam kuartal I/2026 telah melebihi ekspektasi analis dan konsensus.
"Kinerja kuat pada kuartal I/2026 didukung oleh ekspansi margin yang merata serta profitabilitas yang solid di seluruh segmen bisnis," ujar mereka dalam risetnya, Senin (18/5/2026).
Laba bersih JPFA dalam kuartal I/2026 setara dengan 43% estimasi laba bersih 2026 dari sekuritas sebesar Rp4,2 triliun. Sementara pada sisi top line, penjualan neto JPFA tahun ini ditaksir mencapai Rp65,12 triliun.
Melansir laporan keuangan Januari-Maret 2026 yang tidak diaudit, JPFA mencatat pertumbuhan penjualan neto 23,6% secara year on year (YoY) menjadi Rp17,71 triliun. Seluruh segmen penjualan perseroan kompak menguat.
Perinciannya, segmen peternakan komersial naik 26,3% YoY menjadi Rp7,04 triliun, segmen pakan ternak tumbuh 25,6% YoY menjadi Rp4,87 triliun, segmen pengolahan hasil peternakan dan produk konsumen naik 24,6% menjadi Rp3,19 triliun, segmen budidaya perairan tumbuh 4,4% YoY menjadi Rp1,22 triliun, segmen pembibitan unggas naik 29,8% YoY menjadi Rp1,09 triliun, dan segmen perdagangan dan lain-lain naik 5,1% YoY menjadi Rp617,53 miliar.
Analis menjabarkan, margin penjualan dari segmen pakan ternak meningkat 9,7% YoY, didukung oleh kemampuan perseroan meneruskan kenaikan harga rata-rata jual (ASP) serta pemanfaatan stok gandum pakan yang sebelumnya telah diakumulasi di tengah harga jagung dan soybean meal yang masih tinggi.
Kemudian, margin dari penjualan segmen DOC melonjak tajam menjadi 29,2% YoY didukung kenaikan harga DOC di tengah dinamika supply-demand yang kondusif. Selain itu, margin pendapatan dari segmen livebird juga tumbuh 10,1% YoY ditopang harga livebird yang sehat serta kondisi pasar yang mendukung.
Terakhir, margin pendapatan segmen makanan olahan meningkat menjadi 4,7% YoY, mencerminkan efisiensi operasional yang lebih baik serta pemulihan permintaan yang berlanjut.
"Meski laba kuartal I/2026 sangat kuat, kami mempertahankan proyeksi dan valuasi tanpa perubahan karena kami memperkirakan laba akan melemah secara kuartalan berikutnya akibat kenaikan biaya bahan baku dan normalisasi harga ayam pasca musim Lebaran. Oleh karena itu, kami tetap mempertahankan rekomendasi belidengan target harga Rp3.300," tandasnya.
Adapun, risiko terhadap potensi re-rating BRI Danareksa Sekuritas meliputi penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta penurunan daya beli yang ekstrem.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





