Iwan Koswara Sebut Kirab Milangkala Tatar Sunda Jadi Penguat Identitas Generasi Muda

republika.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Iwan Koswara menilai, Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda memiliki makna penting bagi generasi muda dalam menjaga identitas budaya di tengah derasnya arus globalisasi.

Menurutnya, penguatan budaya lokal menjadi hal yang harus terus dilakukan agar masyarakat, khususnya anak muda, tidak kehilangan akar dan jati dirinya sebagai urang Sunda.

Perkembangan teknologi dan budaya global saat ini membawa banyak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, kata dia, ruang-ruang budaya seperti Milangkala Tatar Sunda harus menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bahwa Jawa Barat memiliki warisan budaya yang kaya dan bernilai tinggi.

“Di era globalisasi ini, generasi muda harus tetap memiliki identitas lokal. Kemajuan zaman memang tidak bisa dihindari, tetapi budaya Sunda jangan sampai ditinggalkan. Kegiatan seperti kirab budaya menjadi bagian penting untuk memperkenalkan sekaligus menanamkan rasa bangga terhadap budaya daerah,” kata Iwan Ahad (17/5/2026) malam di Gedung Sate, Bandung.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Rangkaian Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda digelar sejak 3 Mei 2026 di Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kota Bandung. Selain menampilkan kesenian dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat, kirab diikuti sejumlah perwakilan daerah dari luar Jawa Barat seperti Aceh, DKI Jakarta, Surakarta, Yogyakarta, Ponorogo, Tegal, dan Brebes.

Kehadiran berbagai daerah tersebut dinilai menjadi simbol kuatnya persatuan budaya Nusantara.

Iwan menambahkan, keberadaan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake dalam kirab juga menjadi pengingat bahwa tanah Sunda memiliki sejarah panjang dan peradaban besar sejak masa lampau.

“Budaya bukan hanya tontonan, tetapi juga tuntunan. Anak-anak muda harus tahu Sunda memiliki sejarah, nilai dan filosofi yang luhur. Ini yang perlu terus diwariskan,” ujarnya.

Ia berharap Milangkala Tatar Sunda tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu melahirkan kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga dan melestarikan budaya daerah di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. 

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Regulasi Wajib Mainkan Pemain U23 Dihapuskan di Liga Super Musim Depan
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pengadilan Negeri Tabanan Gelar Forum Komunikasi Publik 2026 | MA NEWS
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Perry Warjiyo Disemprot DPR Saat Rupiah Tembus Rp17.600, Muncul Sindiran “17-8-45 Indonesia Merdeka”
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Ketika Rasa Galau Dibalut Mewahnya Orkestra Keraton Yogyakarta
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Daftar Skuad Korea Selatan di Piala Dunia 2026, Son Heung-min Masih Jadi Tumpuan
• 20 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.