FAJAR, MAKASSAR — Mahasiswa STIE Ciputra Makassar melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di UMKM Bakso Solo Sido Mampir “Mas Heri”, Jl Andi Makkasau No. 4, Makassar, Kamis, 14 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk implementasi pembelajaran sekaligus kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu pelaku usaha lokal mengelola bisnis secara lebih efektif.
PKM ini merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Cost Accounting dengan mengangkat tema “Edukasi Perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) sebagai Upaya Peningkatan Profitabilitas pada UMKM Bakso Solo Sido Mampir ‘Mas Heri’”. Tim mahasiswa yang terlibat terdiri atas Jackson C., Munica, Patricia C. W., Jean C. Y., dan Keryn C.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam operasional usaha, khususnya di sektor kuliner. Mereka menjelaskan bahwa perhitungan biaya produksi yang tepat dapat membantu pelaku usaha menentukan harga jual secara lebih akurat, menjaga stabilitas keuntungan, hingga meminimalkan risiko kerugian akibat kesalahan pengelolaan biaya.
“Masih banyak pelaku UMKM yang menentukan harga jual hanya berdasarkan perkiraan tanpa menghitung seluruh komponen biaya produksi secara rinci. Padahal, pemahaman mengenai HPP sangat penting untuk menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan profitabilitas,” ujar Jackson C., perwakilan mahasiswa.
Tak hanya memberikan materi, mahasiswa juga mendampingi pemilik usaha dalam mengidentifikasi berbagai komponen biaya yang selama ini belum dihitung secara detail. Mulai dari biaya bahan baku, tenaga kerja, hingga biaya operasional seperti listrik, gas, dan penggunaan peralatan produksi.
Pendampingan tersebut dilakukan agar pelaku usaha memiliki sistem pengelolaan biaya yang lebih terstruktur. Tim mahasiswa juga memberikan gambaran sederhana mengenai pencatatan keuangan usaha agar pengeluaran dan pendapatan dapat dipantau secara berkala.
Pemilik UMKM Bakso Solo Sido Mampir “Mas Heri” mengapresiasi kegiatan tersebut karena materi yang diberikan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan usaha sehari-hari.
Menurutnya, edukasi seperti ini sangat membantu kami memahami kondisi keuangan usaha dengan lebih jelas, terutama dalam menentukan harga jual yang sesuai dengan biaya produksi sebenarnya.
Jackson menambahkan, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa karena dapat melihat langsung tantangan yang dihadapi UMKM di lapangan. Menurutnya, ilmu yang dipelajari di ruang kelas menjadi lebih bermakna ketika dapat diterapkan untuk membantu masyarakat secara nyata.
“Kami belajar bahwa teori akuntansi bukan hanya untuk dipahami, tetapi juga harus bisa diterapkan untuk membantu pelaku usaha mengambil keputusan bisnis yang lebih baik,” katanya.
Sementara itu, dosen pendamping kegiatan, Dr. Fia Fauzia Burhanuddin, B.Bus., M.Ak., mengatakan kegiatan PKM diharapkan mampu membangun kepedulian mahasiswa terhadap perkembangan UMKM lokal sekaligus melatih kemampuan analisis mahasiswa dalam menghadapi situasi bisnis riil.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha.
Ia berharap kolaborasi antara institusi pendidikan dan pelaku UMKM dapat terus terjalin sebagai langkah nyata mendukung pertumbuhan usaha lokal yang lebih berkelanjutan, adaptif, dan kompetitif di tengah perkembangan dunia bisnis yang terus berubah. (*)





