DPRD Kota Surabaya mengusulkan Pasar Tunjungan dikembangkan menjadi destinasi wisata pasar tradisional, layaknya Pasar Klojen di Malang dan Pasar Gede di Solo yang kini ramai dikunjungi wisatawan.
Arif Fathoni Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya menilai, Surabaya membutuhkan pasar tematik yang menjual produk-produk lokal sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di tengah proses revitalisasi 10 pasar tradisional di Kota Pahlawan.
“Surabaya harus ada pasar tematik begitu. PD Pasar harusnya kolaborasi dengan pengusaha lain,” kata Fathoni, Senin (18/5/2026).
Sementara terkait alasannya mengusulkan Pasar Tunjungan, Fathoni mengatakan karena pasar tersebut yang paling potensial. Mengingat, berada di kawasan wisata Jalan Tunjungan yang kini dipenuhi kafe dan menjadi titik berkumpul wisatawan.
“(Kenapa) Pasar Tunjungan? Karena ekosistemnya sudah terbentuk,” ujarnya.
Sementara itu, Agus Priyo Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar Surya mengatakan sudah ada sejumlah pihak swasta yang berminat bekerja sama untuk merevitalisasi Pasar Tunjungan.
Namun, hingga saat ini pembahasan kerja sama tersebut masih sebatas penjajakan awal dan belum masuk tahap teknis lebih lanjut. “Kalau untuk Pasar Tunjungan sendiri ya itu, harus kita rehab dulu lah bangunannya supaya betul-betul menjadi jujukan para wisatawan yang ke Surabaya,” kata Agus.
Ia mengakui kondisi ekonomi nasional menjadi salah satu faktor yang membuat rencana kerja sama revitalisasi belum bergerak lebih jauh. “Tapi terus keadaannya (perekonomian) kayak begini mundur lagi,” imbuhnya.
Dalam konsep awal revitalisasi, lantai dasar Pasar Tunjungan tetap difungsikan sebagai area perdagangan tradisional. Sedangkan lantai atas direncanakan untuk hotel maupun perkantoran.
“Ada beberapa penawaran termasuk kita di lantai dasar itu pasar tetap atasnya hotel, ada juga yang bawah tetap ke atasnya perkantoran. Itu hanya sebatas rencana belum ada omongan lebih lanjut untuk ini bagaimana sih, nanti bagi hasilnya bagaimana belum,” jelas Agus.
PD Pasar Surya memperkirakan revitalisasi Pasar Tunjungan berpeluang mulai direalisasikan pada 2027, dengan harapan kondisi ekonomi nasional membaik.
“2027 sudah bisa ya kalau lihat. Tapi mudah-mudahan juga ya ekonomi secara nasionalnya naik ya,” pungkasnya. (lta/bil/ham)




