EtIndonesia. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) pada Sabtu (16 Mei) mengkonfirmasi bahwa pemimpin militer Hamas di Gaza, Izaldin Al-Haddad, telah tewas dalam serangan udara di Kota Gaza sehari sebelumnya. Pihak Israel menuduh Haddad sebagai salah satu perencana utama serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, serta tokoh penting yang terus membangun kembali kekuatan bersenjata Hamas setelah gencatan senjata.
Militer Israel menyatakan bahwa serangan udara terjadi pada Jumat (15 Mei), ketika IDF melancarkan “serangan presisi” ke Kota Gaza dan berhasil menewaskan Izaldin.
Menurut pernyataan IDF, meskipun Israel dan Hamas sempat mencapai perjanjian gencatan senjata pada Oktober tahun lalu melalui mediasi Amerika Serikat, izaldin belakangan tetap melanjutkan pembangunan kembali sayap militer Hamas dan merencanakan sejumlah serangan terhadap warga sipil serta militer Israel. Karena itu, ia menjadi target utama operasi Israel.
Hamas kemudian juga mengkonfirmasi kematian izaldin. Menurut laporan Reuters, upacara pemakaman gabungan izaldin, istrinya, dan putrinya yang berusia 19 tahun digelar pada Sabtu di sebuah masjid di Gaza tengah.
Surat kabar The Times of Israel menyebutkan bahwa izaldin mengambil alih komando militer Gaza pada Mei tahun ini setelah mantan pemimpin militer Hamas, Mohammed Sinwar, tewas. Karena selama bertahun-tahun berhasil menghindari pengejaran Israel, ia dijuluki “Hantu” di dalam Hamas.
Kepala Staf Militer Israel, Zamir, menggambarkan operasi ini sebagai kemenangan besar. Ia mengatakan bahwa dalam percakapannya dengan para sandera yang telah dibebaskan, nama Haddad sering disebut, menunjukkan bahwa ia memainkan peran penting dalam serangan 7 Oktober 2023.
Zamir juga menegaskan bahwa militer Israel akan terus memburu semua pihak yang terlibat dalam “pembantaian 7 Oktober”, di mana pun mereka berada, dan semuanya akan dimintai pertanggungjawaban.
Sumber : NTDTV.com





