Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah tengah memproses penyaluran Penyertaan Modal Negara (PMN) non-tunai berupa aset tanah senilai Rp2,95 triliun kepada Badan Bank Tanah (BBT) untuk tahun anggaran 2026.
Aset tanah yang akan diserahterimakan tersebut berlokasi di empat wilayah strategis nasional, yaitu Semarang, Karawang, Karawaci, dan Ungasan di Badung, Bali.
Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah BBT Perdananto Ariwibowo menyatakan, dalam perkembangan terbarunya saat ini pencairan PMN Non-Tunai tersebut tengah dilakukan koordinasi terkait proses administrasi pengalihan aset.
"Pada tahun 2026 pemerintah juga sedang berproses PMN non-tunai, kami juga akan mendapatkan PMN non-tunai berupa aset tanah senilai Rp2,9 triliun yang berlokasi di Semarang, Karawang, Karawaci, dan Ungasan, Badung," ujar Ariwibowo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Bersama Komisi II DPR RI di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Ari menambahkan, injeksi modal non-tunai ini akan memperkuat kapasitas lembaga dalam mengelola tanah negara demi menarik investasi, mempercepat reforma agraria, serta mewujudkan pemerataan ekonomi.
Selain itu, aset jumbo tersebut diproyeksikan bakal menjadi fondasi operasional yang kuat bagi Badan Bank Tanah untuk mengoptimalisasi fungsi intermediasi lahan.
Baca Juga
- Bank Tanah Kelola 30.000 Ha Tanah Terlantar, 80% Dialokasikan untuk Perkebunan
- Bank Tanah Dukung Hilirisasi Kelapa, Sediakan Lahan 273.000 Ha di Maluku Utara
- Bank Tanah Bidik Aset Lahan Rp400 Miliar di Karawaci, Rampung Tahun Ini
Dia juga menjelaskan, Bank Tanah untuk dapat menjalankan tugas pokok dan fungsinya dialokasikan mendapat dukungan PMN tunai dengan total pagu mencapai Rp2,5 triliun.
Namun, berdasarkan PP No. 64/2021 pasal 43 Ayat 1 realisasi suntikan modal tunai yang dikucurkan oleh negara hingga periode 2025 baru menyentuh angka Rp1,5 triliun dari total pagu yang ditetapkan dalam aturan tersebut.
“Grafik menunjukkan dukungan PMN Tunai kepada BBT yang hingga tahun 2025 mencapai total Rp 1,5 triliun. PMN tahun 2021 Rp1 triliun dan 2022 Rp500 miliar,” imbuhnya.
Apabila suntikan PMN non-tunai pada tahun Ini benar-benar terealisasi, maka total PMN yang didapat oleh Badan Bank Tanah sejak pertama kali berdiri tembus di angka Rp4,45 triliun.





