jpnn.com - JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa seluruh program pemerintah mulai dari pengadaan alat utama sistem senjata hingga Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diperhitungan secara cermat.
Menkeu Purbaya menyatakan program tersebut tidak mengganggu struktur anggaran pendapatan dan belanja negara dengan berpedoman pada batas defisit di bawah tiga persen.
BACA JUGA: Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya Mendorong Transformasi Rokok Ilegal dan Percepatan KEK Tembakau Madura
"Dengan ini sudah kami hitung anggarannya, di bawah 3 persen defisitnya, di bawah 3 persen dari PDB (produk domestik bruto),” kata Menkeu Purbaya seusai menghadiri acara penyerahan sejumlah alutsista udara oleh Presiden Prabowo Subianto kepada Panglima TNI di Jenderal Agus Subiyanto Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma Jakarta, Senin (18/5).
Menkeu Purbaya menyatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai keberlanjutan pembiayaan negara, karena formulasi fiskal telah disusun secara matang. Termasuklah alokasi pertahanan yang sebenarnya telah dianggarkan di era pemerintah Presiden Joko Widodo ini.
BACA JUGA: AKBP Ruri Resmikan SPPG Polres Muba 5, Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG
"Jadi, semuanya sudah kami hitung dengan baik, termasuk untuk MBG, untuk program-program yang lain, tanpa mengganggu program pembangunan yang lain. Jadi, kami atur dengan baik, termasuk subsidi segala macam, BBM," kata Menkeu Purbaya.
Menurut dia, manajemen anggaran yang akurat ini menjamin seluruh agenda strategis nasional berjalan beriringan tanpa saling mengorbankan alokasi pendanaan satu sama lain.
BACA JUGA: Program Bedah Rumah 15 Ribu Unit Kawasan Perbatasan Gunakan APBN, Sebegini Anggarannya
Presiden Prabowo secara simbolis menyerahkan kunci pesawat MRCA Rafale, pesawat Falcon 8X, pesawat A-400M, Radar GCI GM403, Smart Weapon Hammer, dan Missile Meteor kepada Panglima TNI di Lanud Halim Perdanakusuma.
Pesawat yang diserahkan ini terdiri atas enam pesawat tempur Dassault Rafale, empat pesawat Dassault Falcon 8X, dan satu pesawat Airbus A400M Atlas MRT.
Inisiatif pengadaan pesawat tempur Dassault Rafale, Dassault Falcon 8X, dan Airbus A400M Atlas MRTT tersebut telah dilakukan di era Presiden Joko Widodo, yang kontraknya disepakati dan dianggarkan pada saat Prabowo Subianto masih menjabat sebagai menteri pertahanan.
Kontrak pengadaan pesawat Dassault Rafale total 42 unit ini ditandatangani pada Februari 2022. Gelombang pertama pesawat ini mulai berdatangan di awal 2026.
Sementara itu, pesawat Dassault Falcon 8X untuk angkut VVIP ini dipesan melalui kontrak pengadaan empat unit. Adapun Airbus A400M Atlas MRT sebagai pesawat multi-peran ini telah disepakati oleh Kementerian Pertahanan sejak akhir 2021. (antara/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi




