KKB Dinilai Buat Propaganda dan Hoaks soal Papua

okezone.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) gencar melakukan penindakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.  Dalam perspektif politik nasional, Papua bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan juga persoalan legitimasi negara.

Negara juga menunjukkan komitmennya melalui pembangunan besar-besaran di Bumi Cenderawasih Namun di sisi lain, narasi negatif mengenai Papua berkembang, bahkan mengabaikan fakta bahwa negara bekerja keras membangun wilayah paling timur Indonesia tersebut.

“Pembangunan Papua sejatinya merupakan bagian dari strategi geopolitik nasional untuk memastikan kehadiran negara tetap dirasakan masyarakat di wilayah perbatasan dan daerah strategis,” ujar Analis Politik dan Militer Unas, Selamat Ginting, Senin (18/5/2026).

Baca Juga :
Kronologi Penyerangan Brutal KKB Papua di Tembagapura, 2 Warga Ditembak 1 Tewas

“Kehadiran jalan Trans Papua, pembangunan bandara perintis, fasilitas kesehatan, sekolah, hingga program pemberdayaan masyarakat merupakan bukti konkret bahwa negara tidak meninggalkan Papua,”lanjutnya.

Menurutnya, masalah Papua ternyata tidak sesederhana soal pembangunan fisik saja. Persoalan terbesar justru terletak pada faktor keamanan dan tata kelola politik lokal. Di lapangan, pembangunan Papua menghadapi ancaman serius dari KKB.

“Berbagai aksi kekerasan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir memperlihatkan bahwa sasaran mereka bukan hanya aparat keamanan, tetapi juga warga sipil, tenaga kesehatan, guru, pekerja pembangunan, hingga fasilitas umum,” ujarnya.

Baca Juga :
Detik-Detik Mencekam TNI Evakuasi Warga dari Serangan Brutal KKB Guspi Waker

Dia mencontohkan tragedi pembunuhan pekerja PT Istaka Karya di Nduga pada 2018. Puluhan pekerja proyek jalan Trans Papua dibunuh saat negara sedang membuka keterisolasian wilayah pedalaman Papua. Serangan terhadap guru, tenaga kesehatan, pembakaran sekolah, gereja, hingga pembunuhan pilot sipil menunjukkan bahwa konflik Papua telah menyasar simbol-simbol pelayanan publik dan kemanusiaan.

“Dari perspektif politik militer, kondisi ini memperlihatkan bahwa konflik Papua bukan lagi sekadar isu separatisme klasik, tetapi telah berkembang menjadi perang perebutan legitimasi dan pengaruh terhadap masyarakat sipil,”ujarnya.

KKB dari front bersenjata memahami bahwa pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik akan memperkuat legitimasi negara di mata masyarakat Papua.

Baca Juga :
Biadab! KKB Pimpinan Guspi Waker Tembak Bocah Perempuan hingga Tewas

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi China Lesu pada April 2026, Pertumbuhan Penjualan Ritel Terlemah sejak 2022
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Bukan Kaleng-kaleng, Ini Statistik Mengerikan Calvin Verdonk Usai Bawa Lille ke Liga Champions
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Bongkar Warung Sembako Jual Tramadol dan Hexymer di Jakbar
• 20 jam laludetik.com
thumb
Telkom Solution Siap Dorong Transformasi Digital BUMN
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Hukum kemarin, pengamanan Wamena hingga nobar Persib
• 11 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.