VIVA – Pemain Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, mencatat sejarah sebagai pemain Indonesia pertama yang berhasil lolos ke Liga Champions. Itu dilakukan bersama klubnya, Lille.
Verdonk gabung Lille pada 1 September 2025. Kepindahan ini dinilai sebagai langkah besar dalam kariernya. Maklum, bek kiri berusia 29 tahun itu sebelumnya hanya bermain untuk NEC Nijmegen di Liga Belanda.
Keputusannya hijrah ke Ligue 1 menjadi titik loncatan penting bagi Verdonk. Ia perlahan mampu menembus persaingan ketat di skuad Lille dan ikut berkontribusi dalam keberhasilan klub mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Pelatih Bruno Genesio cukup rutin memberi kesempatan kepada Verdonk untuk mengisi sektor kiri pertahanan secara bergantian dengan Romain Perraud. Kepercayaan itu pun berhasil dijawab dengan performa solid sepanjang musim.
Berdasarkan catatan Sofascore, Verdonk tampil dalam 18 pertandingan Ligue 1. Dari jumlah tersebut, tujuh laga dijalani sebagai starter, sementara 11 lainnya dimulai dari bangku cadangan.
Total, pemain berdarah Indonesia-Belanda itu mencatatkan 796 menit bermain di kasta tertinggi Liga Prancis. Meski belum mencetak gol maupun assist di Ligue 1, kontribusi Verdonk tetap terasa lewat permainan agresif dan disiplin di lini belakang.
Verdonk juga tercatat mengoleksi tiga kartu kuning dan satu kartu merah sepanjang musim domestik bersama Lille.
Jika dihitung di seluruh ajang, Verdonk sudah tampil dalam 26 pertandingan dan menyumbang satu assist untuk Lille musim ini.
Bukan cuma itu, kehadiran Verdonk juga membantu Lille mencatat dua clean sheet saat dirinya berada di lapangan. Kemampuannya dalam duel bertahan cukup menonjol dengan rata-rata 2,8 kali merebut bola kembali per pertandingan.
Selain agresif dalam duel, Verdonk juga tampil disiplin saat mengawal area pertahanan. Ia mencatat rata-rata 1,4 sapuan per laga di Ligue 1.
Catatan tersebut menjadi bukti bahwa Verdonk bukan sekadar pemain pelapis di Lille. Perlahan tapi pasti, bek Timnas Indonesia itu mulai menunjukkan kapasitasnya di level elite Eropa sekaligus membuka jalan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia di panggung Liga Champions.





