Pantau - Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan zakat tidak sekadar menjadi ritual fiskal, tetapi juga mesin redistribusi ilmu dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Zainut dalam Perayaan Sidang Pujangga Persuratan di Nusantara yang digelar di Universiti Malaya, Malaysia, pada 16 Mei 2026.
"Zakat adalah instrumen peradaban. Dalam sejarah Islam, dari zaman Khalifah Umar bin Abdul Aziz hingga ke era para ulama Nusantara, zakat bukan sekadar ritual fiskal, ia adalah mesin redistribusi ilmu dan kesejahteraan, yang memungkinkan tumbuhnya madrasah, pesantren, majlis ilmu, dan karya-karya persuratan yang agung," ujar Zainut dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Dana Umat Dinilai Perkuat Ekosistem PendidikanZainut mengatakan dana umat memiliki peran strategis dalam membangun ekosistem pendidikan dan menjaga warisan intelektual Nusantara.
Menurut dia, perkembangan karya para pujangga dan ulama Nusantara tidak lepas dari dukungan ekosistem keuangan Islam yang kuat.
Ia menyebut tokoh seperti Syekh Hamzah Fansuri, Syekh Nuruddin al-Raniri, Syekh Abdur Ra'uf al-Fansuri, Sunan Bonang, Buya Hamka, hingga Syed Muhammad Naquib al-Attas menjadi bagian penting dalam sejarah literasi Islam di Nusantara.
"Keberadaan dana umat melalui zakat, infak, dan wakaf, terbukti menjadi pilar utama yang menopang pertumbuhan literasi serta perkembangan persuratan di Nusantara hingga saat ini," kata Zainut.
Baznas Dorong Pelestarian Tradisi KeilmuanZainut menilai forum persuratan tersebut memiliki posisi strategis untuk menjaga keberlanjutan tradisi literasi dan keilmuan Islam di kawasan Nusantara.
Ia menegaskan kegiatan tersebut bukan hanya agenda akademis, tetapi juga bentuk komitmen menjaga warisan intelektual ulama terdahulu.
"Ia bukan sekadar perayaan akademis. Ia adalah ikrar kolektif bahwa kita, generasi hari ini, tidak akan membiarkan tradisi keilmuan para ulama dan pujangga Nusantara tenggelam ditelan zaman," ucapnya.
Baznas berharap pengelolaan zakat, infak, dan wakaf dapat terus mendukung pengembangan pendidikan, literasi, dan kesejahteraan masyarakat.




