KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan program kereta khusus untuk petani dan pedagang sebagai upaya memperkuat konektivitas logistik rakyat kecil sekaligus menekan disparitas harga antara desa dan kota.
Program ini menjadi terobosan baru di tengah pembangunan infrastruktur transportasi nasional. Tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, kereta tersebut juga dirancang untuk memperkuat rantai pasok nasional dengan menghubungkan hasil bumi dari desa ke pasar secara lebih cepat, murah, dan efisien.
Dengan memanfaatkan jaringan rel yang sudah ada, kereta ini diproyeksikan mampu mengurangi beban petani dan pedagang dalam proses mobilisasi hasil perkebunan maupun barang usaha.
Rangkaian gerbong yang mengangkut komoditas segar seperti sayur, buah, hingga hasil tani lainnya dinilai mampu memangkas biaya distribusi sekaligus menjaga kualitas produk saat tiba di pasar-pasar kota.
Kereta petani dan pedagang menjadi asa baru di atas rel keadilan. (Sumber: Dok. ANTARA)Pada tahap awal, pengoperasian kereta petani dan pedagang difokuskan di lintas Rangkasbitung Line. Pola layanan dirancang agar proses bongkar muat hasil pertanian dan barang dagangan dapat dilakukan dengan aman di sejumlah stasiun.
Sarana kereta juga dibuat khusus untuk mendukung aktivitas petani dan pedagang. Tempat duduk disusun sejajar dengan dinding kereta di sisi kiri dan kanan agar barang bawaan dapat ditempatkan dengan aman di depan penumpang.
Selain itu, lebar pintu masuk diperbesar dari 800 milimeter menjadi 900 milimeter, sementara sekat antar bordes dihilangkan untuk memudahkan proses naik turun barang. Kereta ini memiliki kapasitas 73 tempat duduk dan beroperasi sebanyak 14 kali perjalanan.
Kehadiran layanan ini disambut positif oleh para pedagang. Salah satunya Mak Yati, warga Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, yang telah lebih dari 20 tahun berjualan dengan memanfaatkan kereta menuju Stasiun Cilegon.
Setiap hari, Mak Yati bersama tetangganya memproduksi keripik singkong untuk dijual di pasar. Kini, ia merasa lebih lega karena tidak perlu lagi berdesakan di dalam kereta saat membawa dagangan.
Suasana di dalam gerbong kereta khusus petani dan pedagang. (Sumber: Dok. ANTARA)Menurutnya, selain lebih nyaman, tarif kereta juga terjangkau sehingga tidak membebani pengeluaran usaha sehari-hari.
Penulis : Iqbal-Tawakal
Sumber : Kompas TV
- KAI
- Kereta Petani
- Kereta pedagang
- kereta khusus petani pedagang
- advertorial





