Acara LGBT terbesar di Hong Kong, Pink Dot, resmi dibatalkan untuk tahun kedua berturut-turut. Penyelenggara mengungkap pembatalan terjadi setelah pihak penyedia lokasi memilih mundur.
Pink Dot Hong Kong telah digelar sejak 2014. Acara tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan musik, seni, dan lokakarya untuk mendukung keberagaman serta hak-hak LGBT.
Dua tahun lalu, hampir 7.000 orang turut memeriahkan Pink Dot. Namun, tahun lalu acara itu dibatalkan setelah pihak lokasi menolak tempatnya digunakan tanpa memberikan penjelasan.
Sementara tahun ini, pengelola lokasi acara, Link REIT, menyebut mereka menarik diri karena persoalan perizinan. Karena itu, lokasi tersebut tidak dapat disewa.
Informasi tersebut diterima saat persiapan Pink Dot sudah memasuki tahap akhir.
Pembatalan Pink Dot terjadi setelah parlemen Hong Kong dengan suara mayoritas menolak RUU yang memberikan hak terbatas bagi pasangan sesama jenis.
Penyelenggara Pink Dot menyebut pembatalan acara sebagai keputusan yang sulit.
“Menghadapi ketidakpastian terkait lokasi acara, mengingat tenggat waktu yang ketat dan keterlibatan banyak organisasi mitra, kami terpaksa mengambil keputusan sulit untuk membatalkan acara bulan Juni,” kata pihak Pink Dot seperti dikutip dari AFP.
“Dengan hanya satu bulan tersisa hingga tanggal acara yang dijadwalkan, kami telah mengikuti prosedur pengajuan izin yang diperlukan secara saksama, tetapi belum menerima persetujuan dari pihak berwenang terkait,” tambah penyelenggara.





