BOGOR, KOMPAS.com - Tangan Risa Utami terlihat cekatan memarut keju di atas adonan kastengel sebelum loyang itu masuk ke dalam oven.
Celemek hitam yang ia kenakan dipenuhi tepung hingga nyaris menutupi tulisan UPTD-BLK Kota Bogor pada bagian depan.
Di kepalanya bertengger topi koki hitam yang membuat perempuan 54 tahun itu tampak percaya diri berada di dapur pelatihan.
Baca juga: Peminat Membeludak, 300 Orang Mendaftar Pelatihan Pemandu Gunung di BLK Semarang
Di sela aktivitasnya, tawa Risa pecah bersama peserta lain di kelas Tata Boga Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor, Empang, Jawa Barat, Senin (18/5/2026).
"Ini harus diparut gini, kalau kejunya banyak kayaknya enak ya," kata Risa sambil tertawa bersama teman pelatihannya.
Tak ada yang menyangka, perempuan yang sehari-hari berjualan makanan olahan ikan bandeng dan menjadi reseller minuman herbal itu sebelumnya sama sekali tidak pernah membuat kue kering maupun roti sendiri.
Baca juga: Kemenaker Bakal Sulap 59 BLK Pusat dan Daerah Jadi Sekolah Rakyat
Selama ini, ia lebih memilih membeli makanan jadi.
Namun di ruang pelatihan itulah, untuk pertama kalinya dalam hidup, Risa berhasil membuat roti dan kue kering dengan tangannya sendiri.
"Cuman kalau kayak bikin kue gitu saya enggak bisa bikinnya. Tapi alhamdulillah di BLK saya bisa bikin roti, bisa ini hari ini bikin kastengel, bikin kue kering gitu, jadi alhamdulillah banget," kata dia kepada Kompas.com.
Awalnya mengantar anak
Perjalanan Risa masuk ke kelas Tata Boga ternyata bermula dari hal sederhana.
Baca juga: BLK Siap Dibangun di Sulteng, Target Cetak Tenaga Kerja Berkualitas
Pada Maret 2026 lalu, ia hanya mengantar anaknya mendaftar pelatihan di BLK Kota Bogor.
Namun rasa penasaran membuatnya ikut mencari informasi soal pelatihan tersebut kepada Kepala BLK Eka Permana.
Di sisi lain, ia sempat khawatir usianya yang sudah melewati batas umum peserta, yakni 17 hingga 35 tahun, membuatnya tak bisa bergabung.
"Takutnya, khawatirnya, 'oh enggak bisa' gitu. Ternyata alhamdulillah ya rezeki gitu, boleh gitu. Jadi ya rezeki banget gitu," kata dia.
Baca juga: BLK Kemenaker di Bekasi Terendam Bencana Banjir, Peralatan Latihan Diperiksa
"Saya ke Pak Eka 'Eh saya bisa daftar enggak?' gitu, dan ternyata masih bisa gitu. Jadi, 'Terkendala umur enggak?' gitu kan. 'Oh enggak apa-apa deh Bu' gitu katanya," sambung Risa.