JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengapresiasi, kesepakatan seluruh organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam sidang isbat penentuan Idul Adha 2026.
Menurut dia, keserentakan penetapan Hari Raya Idul Adha 2026 menunjukkan semangat persatuan yang tetap terjaga meski terdapat perbedaan metode penentuan awal dan akhir bulan Hijriah.
“Bhinneka latar belakang ormas, bineka latar belakang metode tentang penentuan awal dan akhir bulan dalam kalender Hijriah, tapi kita satu juga. Satu umat, satu bangsa, satu negara,” kata Hidayat usai mengikuti sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Minggu (17/5/2026).
Baca juga: MUI: Idul Adha 2026 Serentak Perkuat Persatuan Umat Islam
Ia juga mengapresiasi seluruh ormas Islam, pakar, dan masyarakat yang terlibat hingga tercapai kesepakatan penetapan 1 Zulhijah 1447 H.
Selain menyoroti pentingnya persatuan, Hidayat juga mengingatkan umat Islam untuk memanfaatkan 10 hari pertama Zulhijah dengan memperbanyak amal saleh.
Dia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW tentang keutamaan hari-hari tersebut.
“Tidak ada amal saleh yang paling dicintai oleh Allah kecuali amal saleh yang dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Zulhijah,” ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera itu.
Baca juga: Kemenag Resmi Tetapkan Idul Adha 2026 pada 27 Mei, Cek Jadwal Long Weekend
Oleh karena itu, Hidayat mengajak umat Islam memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, serta melakukan perbaikan bagi diri dan bangsa.
“Kami ikut mengajak kepada seluruh warga bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk memaksimalkan 10 hari pertama ini untuk memperbanyak amal saleh, mempererat silaturahmi, melakukan perbaikan bagi diri, bagi bangsa, bagi negara, bagi umat,” tutur dia.
Anggota Komisi VIII DPR ini berharap semangat persatuan terus dijaga meski terdapat perbedaan pandangan dalam penetapan awal bulan Hijriah.
“Kalaupun kita ada perbedaan, tapi sesungguhnya kita adalah satu juga. Fiqh al-ikhtilaf, fikih untuk kita bersatu padu sangat kita pentingkan,” kata Hidayat.
Baca juga: Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Sama dengan Muhammadiyah
Diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan bahwa pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Adha 2026 jatuh ada Rabu, 27 Mei 2026.
Keputusan itu diambil dalam sidang isbat setelah pemerintah memadukan hasil hisab dan rukyatul hilal dari 88 titik pemantauan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga telah mengumumkan bahwa Hari Raya Idul Adha 2026 jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




