HARIAN FAJAR, PAREPARE – Kericuhan yang terjadi usai laga PSM Makassar kontra Persib Bandung di Stadion Gelora BJ Habibie (GBH), Parepare, Minggu (17/5/2026), masih menjadi sorotan. Pemain muda Persib Bandung, Dion Mark, buka suara. Dia menceritkan rekannya, Achmad Jufriyanto, ditendang suporter yang masuk ke lapangan.
Insiden tersebut terjadi sesaat setelah Persib memastikan kemenangan dramatis 2-1 lewat gol Julio Cesar pada menit 90+7’. Kekalahan di kandang sendiri memicu kemarahan sebagian suporter PSM Makassar yang kemudian menyalakan flare dan menyerbu lapangan.
Dalam situasi kacau itu, para pemain Persib berusaha menyelamatkan diri menuju ruang ganti. Namun, Achmad Jufriyanto atau yang akrab disapa Jupe justru menjadi sasaran aksi kekerasan dari oknum suporter.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, Jupe terlihat berlari menuju lorong ruang ganti bersama pemain Persib lainnya. Namun secara tiba-tiba, seorang suporter datang dari arah samping dan menendang bek senior Persib tersebut hingga tubuhnya tampak oleng.
Dion Mark yang berada tepat di belakang Jupe langsung bereaksi cepat. Pemain berusia 20 tahun itu spontan memasang badan dan mencoba menghalangi suporter agar tidak kembali menyerang rekan setimnya.
Aksi Dion Mark tersebut mendapat sorotan luas dari suporter karena dianggap berani melindungi Jupe di tengah situasi berbahaya.
Dion Mark Akui Berusaha Menahan DiriSetelah video insiden itu viral, Dion Mark akhirnya memberikan penjelasan melalui kolom komentar pada unggahan akun Instagram @rahmatt_salyana.
Dalam keterangannya, pemain Timnas U-23 Indonesia itu mengaku refleks melindungi Jupe dan dirinya sendiri saat mendapat serangan dari penonton.
Namun, ia menegaskan tetap berusaha menjaga emosi agar tidak membalas tindakan suporter tersebut.
“Saya mencoba melindungi rekan setim saya, Jupe, dan diri saya sendiri yang saat itu sedang ditendang serta diserang oleh seorang penonton. Itu adalah refleks spontan, tetapi untungnya dalam hati saya berpikir, ‘jangan memukul dia,’ sehingga jelas terlihat saya tidak melakukan pukulan dan tetap bisa menjaga ketenangan,” tulis Dion Mark.
“Saya sangat lega karena tidak menyentuhnya. Semoga semua orang dalam keadaan aman dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan, karena situasi tersebut sangat berbahaya bagi para pemain,” tambah Dion Mark.
Banjir Dukungan untuk Dion MarkSikap Dion Mark yang memilih menahan diri di tengah situasi panas mendapat apresiasi luas di media sosial. Banyak suporter menilai pemain muda Persib tersebut menunjukkan kedewasaan dan mental yang luar biasa.
“good job broo,” tulis akun @mohammad_rofiq7.
“kamu bagus dion melindungi rekan se tim,” ujar @alfarizi.iqbal.
“sudah seharusnya begitu dion kamu keren,” kata @m.aqsaalkahfi.
“Kamu telah menjaga saudara mu dan harga diri Bandung .. tidak masalah Dion,” ujar @tahu.mang.
Kericuhan Dipicu Kekalahan Dramatis PSMKericuhan bermula setelah PSM Makassar kalah dramatis 1-2 dari Persib Bandung. Gol kemenangan Persib dicetak Julio Cesar pada menit 90+7’, membuat suasana stadion langsung memanas.
Sebagian suporter PSM kemudian menyalakan flare dan masuk ke lapangan. Mereka terlihat mengejar para pemain, termasuk pemain dari tim tamu.
Padahal secara klasemen, PSM Makassar sudah dipastikan aman dari ancaman degradasi sehingga hasil pertandingan tersebut tidak lagi menentukan nasib mereka musim ini. Namun, emosi sebagian pendukung tetap memuncak hingga berujung tindakan anarkis yang membahayakan pemain.
Sorotan soal Keamanan StadionInsiden ini kembali memunculkan pertanyaan besar terkait keamanan pertandingan sepak bola di Indonesia, khususnya dalam laga-laga dengan tensi tinggi di akhir musim.
Masuknya suporter ke lapangan hingga terjadinya aksi kekerasan terhadap pemain menjadi alarm serius bagi operator kompetisi dan pihak keamanan.
Beruntung tidak ada laporan cedera serius dalam insiden tersebut. Namun kejadian yang menimpa Achmad Jufriyanto dan Dion Mark menunjukkan bahwa keselamatan pemain masih menjadi isu penting yang harus mendapat perhatian lebih. (*)





