ANKARA, KOMPAS.TV — Militer Israel mulai mencegat beberapa kapal pada Senin pagi (18/5/2026) waktu setempat yang merupakan bagian dari armada yang mencoba menerobos blokade Gaza atau Global Samud Flotilla.
Seperti dikutip dari The Associated Press, lebih dari 50 kapal berangkat dari pelabuhan di Marmaris, Turki, minggu lalu dalam tahap terakhir perjalanan mereka menuju pantai Gaza.
Siaran langsung organisasi tersebut menunjukkan para aktivis di atas beberapa kapal mengenakan jaket pelampung dan mengangkat tangan mereka sebelum sebuah kapal yang membawa pasukan mendekat.
Pasukan Israel yang mengenakan perlengkapan taktis naik ke kapal tersebut, dan siaran langsung tiba-tiba berakhir. Banyak kapal saat ini berada di lepas pantai Siprus.
Baca Juga: Netanyahu Klaim Bunuh Komandan Hamas di Gaza, Mengaku Nyaris Habisi Semua Otak Serangan 7 Oktober
Sebelumnya, sekitar satu jam sebelum pencegatan, Kementerian Luar Negeri Israel meminta para aktivis untuk mengubah haluan dan segera berbalik.
"Sekali lagi, provokasi demi provokasi: armada yang disebut 'bantuan kemanusiaan' tanpa bantuan kemanusiaan," tulis Kementerian Luar Negeri di X.
Militer Israel menolak berkomentar tentang operasi penghadangan yang sedang berlangsung.
Pada 30 April, pasukan Israel mencegat lebih dari 20 kapal dari sebuah armada di dekat pulau Kreta di selatan Yunani, yang awalnya menampung sekitar 175 aktivis. Insiden tersebut memicu protes dan kecaman dari beberapa negara dan menimbulkan pertanyaan tentang apa yang dapat dilakukan secara hukum oleh suatu negara untuk menegakkan blokade di perairan internasional.
Namun pejabat Israel mengatakan mereka harus bertindak lebih awal karena banyaknya kapal yang terlibat.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Gading-Persada
Sumber : The Associated Press
- global samud flotilla
- israel cegat armada ke gaza
- bantuan untuk gaza
- israel
- blokade gaza
- aktivis kemanusiaan





