Grid.ID – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan Rien Wartia Trigina alias Erin Anthony masih menjadi perhatian publik. Di tengah masalah tersebut, mantan asisten rumah tangga (ART) Erin, Herawati, mengaku masih membuka pintu damai.Hal itu disampaikan Herawati saat hadir dalam rapat Komisi III DPR RI. Anggota Komisi III DPR RI, Widya Murad Ismail, mengaku prihatin dengan apa yang dialami Herawati.Widya mengatakan dirinya paham betapa pentingnya peran ART di rumah. Menurutnya, ART seharusnya diperlakukan dengan baik."Tentu pertama yang saya ingin sampaikan saya ikut prihatin ya bahwa kok ada seorang ibu yang saya sendiri merasakan saya ini kalau di rumah kalau nggak ada Mbak yang bantu sungguh sangat capek. Semestinya ya harus disayangi," ujar Widya Pratiwi di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senin (18/5/2026).Widya juga menilai rasa lelah tidak bisa menjadi alasan untuk melakukan kekerasan. Ia menyebut marah boleh saja, tetapi tidak sampai melakukan pemukulan."Mungkin Ibu Erin mungkin saat itu mungkin sedang capek lelah tapi bukan berarti marah boleh tapi mungkin nggak mesti harus pakai memukul begitu ya," lanjut Widya.Dalam rapat itu, Widya lalu bertanya soal harapan Herawati jika nanti dipertemukan dengan Erin Anthony. Herawati pun mengaku siap berdamai dengan beberapa syarat."Harapan saya mah siap damai kalau Ibu Erinnya mengakui kesalahan terus mengembalikan hak-hak saya kayak barang saya, handphone, baju, saya siap berdamai," jawab Herawati.Jawaban Herawati langsung mendapat pujian dari Widya. Ia menilai Herawati memiliki hati yang besar karena masih mau memaafkan."Alhamdulillah ya, tepuk tangan dulu. Hatinya besar ini. Saya apresiasi Mbak Herawati punya jiwa mempunyai hati yang tulus untuk bisa memaafkan," puji Widya. (*)
Artikel Asli




