Jakarta : Semarakkan Hari Falun Dafa Sedunia dan 34 Tahun Diperkenalkannya Falun Dafa ke Publik 

erabaru.net
3 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Saat mentari terbit di pusat ibu kota Jakarta, terdengar dari kejauhan sayup-sayup irama yang lembut dan damai di kawasan Tebet Eco Park, Jakarta Selatan, Minggu (17/5/2026). Ini tepatnya adalah latihan yang dipraktikkan oleh para praktisi Falun Dafa atau Falun Gong. Kehadiran mereka untuk merayakan Hari Falun Dafa Sedunia ke 27 yang jatuh setiap 13 Mei dan peringatan 34 tahun diperkenalkannya Falun Dafa ke publik. 

Saat itu, para praktisi Falun Dafa yang mengenakan kostum kuning sedang membentangkan tangan mereka. Perangkat latihan Ini adalah bagian dari perangkat latihan kedua yang bernama ‘Falun Zhuang Fa’  untuk memperkuat energi, menumbuhkan kebijakan dan menaikkan tingkatan. Untuk diketahui, latihan Falun Dafa terdiri dari lima perangkat termasuk meditasi. 

Sejumlah warga yang melintasi kawasan Eco Park terlihat sesekali menghampiri para praktisi Falun Dafa untuk mengetahui lebih lanjut tentang latihan itu. Mereka pun menerima brosur pengenalan Falun Dafa serta dengan seksama menyimak penjelasan yang disampaikan.  

Sejumlah warga yang melintasi kawasan Eco Park menyimak penjelasan tentang Falun Dafa Sejumlah warga yang melintasi kawasan Eco Park menyimak penjelasan tentang Falun Dafa

Falun Dafa, yang juga dikenal sebagai Falun Gong, adalah sebuah latihan spiritual tradisional Tiongkok berdasarkan prinsip Sejati, Baik, dan Sabar. Falun Dafa merupakan kelompok spiritual dengan pertumbuhan tercepat di Tiongkok pada awal 1990-an, dan diperkirakan telah dipraktikkan oleh 100 juta orang pada tahun 1999. Latihan ini pertama kali diperkenalkan ke publik oleh Master Li Hongzhi pada Mei 1992. 

Meskipun saat ini dipraktikkan di lebih dari 100 negara di seluruh dunia termasuk di Indonesia, latihan ini dilarang oleh pemerintahan komunis Tiongkok. Karena melihat popularitas latihan spiritual tersebut sebagai ancaman terhadap kekuasaan satu partai, Partai Komunis Tiongkok (PKT) meluncurkan kampanye penganiayaan brutal terhadap Falun Dafa pada tahun 1999, dengan tujuan memusnahkannya.

Sejak saat itu, para praktisi di daratan Tiongkok menghadapi penganiayaan berat, dengan laporan mengenai penyiksaan, kerja paksa, pembunuhan, bahkan pengambilan organ secara paksa dari orang yang masih hidup.

Para praktisi Falun Dafa atau Falun Gong mempraktikkan latihan meditasi di kawasan Tebet Eco Park, Jakarata Selatan Para praktisi Falun Dafa atau Falun Gong mempraktikkan latihan meditasi di kawasan Tebet Eco Park, Jakarata Selatan

Tubuh Lebih Sehat dan Bugar Hingga Menemukan Pencerahan Hidup 

Sejumlah praktisi Falun Gong juga membagikan tentang manfaat yang mereka dapatkan ketika  berlatih Falun Dafa dengan sungguh-sungguh dari tubuh yang lebih sehat dan bugar, peningkatan watak serta pencerahan kehidupan mereka.

Seorang praktisi Laskmini Witono menceritakan tentang penyakit yang pernah ia derita. Ia merinci berbagai penyakitnya mulai dari maag kronis dan asma. Akhirnya seiring waktu, keajaiban menghampiri dirinya hingga ia pulih kembali.   

“Terus saya coba. Begitu saya coba.. akhirnya mengalir… dan ikutin arahan pembina, akhirnya kok saya punya maag itu nggak saya rasakan, tahu-tahu kok ilang ya,” kisahnya.

Laksmini juga menceritakan ia kini lebih sabar setelah ia berlatih Falun Dafa. Bahkan ia sudah tak linglung lagi dalam berkomunikasi. “Saya suka lupa mendadak, ilang, tahu-tahu ditanya orang hah?, nggak ada lagi, terus saya lebih sabar,” katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Wiwik yang tinggal di Cibubur menceritakan awalnya ia menderita penyakit yang tak ketahuinya. Ia menyebutkan kondisinya bahkan 70 persen tak bisa beraktivitas. Bahkan, ketika ia memeriksakan dirinya ke dokter, hasil diagnosa belum menunjukkan apa-apa. 

Usaha untuk membuat dirinya segera pulih, tak membuat wiwik putus asa. Ia sempat menempuh pengobatan alternatif. Harapan yang tak pernah padam akhirnya membuahkan hasil, perselancarannya di dunia maya nantinya menjawab apa yang ia alami. 

“Nah (ada) link nya, falundafa.org.id. Ya, udah langsung saya klik, disitu saya lihat ada video peragaan latihan,” ungkapnya. 

Hari demi hari berlalu, wiwik mulai merasakan manfaat setelah terus berlatih Falun Dafa. Tak hanya berlatih, buku Zhuan Falun yang merupakan buku bimbingan Falun Dafa juga ia baca. Setelah membaca serta meresapinya, luka akibat pahit getir langkahnya mengarungi kehidupan akhirnya sembuh hingga menuju pencerahan hidup. 

“Pertama kali saya baca, dan beberapa kali itu kayak nampar, jadi semua pertanyaan saya sebelum saya bertemu Falun Dafa dan sampai akhirnya saya sakit itu, itu kok kayak ngobrol sama saya, ini buku gitu, ngobrol, kok semuanya terjawab, kenapa ada kekerasan,” tutupnya. (***)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Retakan politik coreng perayaan 70 tahun kontes lagu Eurovision
• 4 jam laluantaranews.com
thumb
Jennifer Coppen Pastikan Menikah dengan Justin Hubner Juni 2026 di Bali
• 15 jam laluintipseleb.com
thumb
Pembangkit Listrik Nuklir UEA Diserang, Arab Saudi Cegat Serangan Tiga Drone
• 13 jam lalukatadata.co.id
thumb
AS-Israel Bahas Kemungkinan Kembali Perang Terbuka dengan Iran
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Menkeu Purbaya Respons Kritik The Economist, Tegaskan Defisit APBN Terkendali
• 6 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.