Bisnis.com, JAKARTA — Pengamat menilai wacana perpanjangan jalur Light Rail Transit (LRT) Jakarta ke Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 lebih mendesak dibandingkan melanjutkan trase Manggarai-Dukuh Atas.
Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Deddy Herlambang menuturkan bahwa Kawasan PIK disebut belum memiliki angkutan rel yang masuk langsung ke area permukiman, sedangkan konektivitas Manggarai-Dukuh Atas telah dilayani KRL.
Untuk itu, prioritas pembangunan sebaiknya diarahkan ke jalur baru menuju PIK 2 agar penggunaan transportasi publik di kawasan tersebut dapat meningkat.
“LRT yang masuk ke area pemukiman [PIK] malah belum ada. Ini yang urgent supaya masyarakat di PIK mau menggunakan angkutan umum,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (18/5/2026).
Menurut Deddy, jalur Manggarai-Dukuh Atas saat ini sudah memiliki konektivitas melalui moda KRL sehingga penumpang LRT tetap dapat melakukan transit antarmoda. Sebaliknya, akses angkutan umum berbasis rel menuju kawasan permukiman di PIK masih terbatas.
Sementara saat ini, terlilhat sudah ada pembangunan jalur dari arah Manggarai sampai dengan Pasar Rumput.
Baca Juga
- LRT Jabodebek Catat Lonjakan Penumpang hingga 79% Efek Tarif Rp1
- KAI Tebar Promo Tarif LRT Jabodebek Rp1 pada Lebaran 2026
- Pramono Berencana Bangun Jalur LRT PIK 2 ke Bandara Soeta
Deddy melihat, pemerintah dapat menghentikan sementara rencana pembiayaan pembangunan lanjutan menuju Dukuh Atas dan mengalihkan prioritas investasi ke trase PIK 2.
“Stop dulu dananya yang untuk pembangunan lanjutan ke Dukuh Atas, buat ke PIK aja,” katanya.
Selain faktor kebutuhan konektivitas, Deddy menilai pengembangan jalur ke Dukuh Atas juga menghadapi kendala keterbatasan lahan untuk pembangunan stasiun baru.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyatakan tengah mempertimbangkan dua opsi kelanjutan proyek LRT Jakarta, yakni menyelesaikan jalur Manggarai-Dukuh Atas atau melanjutkan trase menuju PIK 2 hingga terkoneksi dengan Bandara Soekarno-Hatta.
Menurut Pramono, apabila konektivitas tersebut terwujud maka sistem transportasi Jakarta akan semakin terintegrasi dalam satu jaringan melingkar atau loop. Saat ini, integrasi transportasi Jakarta disebut baru mencapai sekitar 93%.
Dia menambahkan, Pemprov DKI Jakarta berharap penyelesaian jalur yang belum terhubung melalui kawasan Ancol, PIK 2, hingga Bandara Soekarno-Hatta dapat mendorong integrasi transportasi publik secara penuh di Jakarta.
"Sampai hari ini baru 93% dan tentunya sebagai gubernur saya berharap bahwa bisa memulai untuk menyelesaikan loop yang belum terselesaikan yang melalui Ancol kemudian PIK 2 dan ke bandara," ungkapnya.





