jpnn.com, JAKARTA - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI secara resmi membatalkan pelaksanaan babak final ulang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).
Langkah pembatalan ini diambil setelah adanya pernyataan sikap penolakan resmi dari dua sekolah finalis, yakni SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas.
BACA JUGA: Plt Sekjen MPR Tegaskan Tak Ada Unsur Keberpihakan Dewan Juri LCC Empat Pilar Kalbar
Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Abraham Liyanto mengatakan bahwa kedua sekolah itu sepakat tidak perlu ada perlombaan ulang. Di samping itu, pembatalan itu juga sudah jadi kesepakatan seluruh fraksi di MPR RI.
"Hari ini kita rapat, tadi dengan pimpinan MPR lengkap, memutuskan bahwa kita mengikuti apa yang sudah disampaikan kedua sekolah ini," kata Abraham di kompleks parlemen, Jakarta, Senin.
BACA JUGA: Anggota MPR Himmatul Aliyah Dorong Generasi Muda Jadi Garda Terdepan Jaga Pancasila
Dia mengatakan bahwa MPR RI juga telah bertemu dengan SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas pada pekan lalu. Menurut dia, MPR RI pun menerima permintaan kedua sekolah itu dengan baik.
Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan bahwa siswi SMAN 1 Pontianak Josepha Alexandra yang menjadi pusat sorotan polemik LCC beberapa waktu lalu, akan menjadi Duta Lomba Cerdas Cermat MPR RI.
BACA JUGA: SMAN 3 Tangerang Selatan Sabet Juara Provinsi, Siap Bertarung di LCC Tingkat Nasional
“Salah satu aspirasi teman-teman adik Josepha bisa menjadi duta LCC, besok dari Kesekjenan akan menyampaikan hal tersebut,” kata Abcandra.
Dia pun menyampaikan permohonan maaf atas nama MPR RI atas polemik LCC yang terjadi. Maka dari itu, dia mengajak seluruh masyarakat mendukung pelaksanaan LCC MPR RI ke depannya.
"Saya pikir kami akan mengundang juri yang sesuai aspirasi dari masyarakat Indonesia ataupun yang kompeten dari universitas atau pakar tata negara," katanya.
Sebelumnya, Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI memutuskan untuk menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pascapolemik kesalahan penilaian.
Polemik itu terjadi ketika tiga sekolah menengah atas (SMA) berlaga pada babak final LCC Empat Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalbar di Pontianak, yakni SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggau.
Lomba tersebut menjadi ramai diperbincangkan di media sosial karena terjadi kesalahan penilaian pada saat sesi pertanyaan rebutan.
Peserta sempat menyampaikan keberatan atas penilaian dewan juri. Namun, respons dewan juri, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita W.B. dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR RI Indri Wahyuni, disorot warganet.(antara/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Himmatul Aliyah: LCC jadi Cara Efektif Membumikan Empat Pilar MPR
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




