Sempat Disiapkan Masuk NICU, Rifky Alhabsyi Ceritakan Detik-detik Ketegangan Ruang Operasi Saat Kelahiran Anak Pertamanya

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID – Momen kelahiran anak pertama menjadi puncak perjuangan pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani setelah menanti selama sembilan tahun. Pasangan ini akhirnya dikaruniai buah hati melalui program bayi tabung pada Jumat (15/5/2026).

Namun, di balik kebahagiaan tersebut, terselip cerita mendebarkan di ruang operasi. Rifky Alhabsyi secara blak-blakan menceritakan ketegangan yang ia rasakan saat mendampingi sang istri menjalani operasi Caesar dengan metode ERACS.

Kekhawatiran utama saat itu adalah berat badan sang bayi yang sempat berada di angka 2,2 kilogram. Dokter bahkan telah memberikan peringatan dini kepada Rifky untuk bersiap dengan kemungkinan terburuk jika bayi harus masuk ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit).

"Wah, itu kita deg-degan banget. Karena saat itu cukup dokter cukup tegang ya, karena beratnya terakhir itu bayi kita 2,2. Kalau minus itu dokter sudah suruh menyiapkan untuk tindakan NICU," kata Rifky Alhabsyi saat ditemui di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Beruntung, berkat upaya pematangan yang dilakukan sebelumnya, sang bayi lahir dengan berat yang lebih baik dari prediksi, yakni 2,455 kilogram. Kondisi tersebut membuat Rifky dan Yulia merasa sangat lega karena sang buah hati bisa langsung menjalani rawat tanpa harus masuk perawatan intensif.

"Begitu bayi dilahirkan, Alhamdulillah langsung diambil sama dokter anak. Nah, aku langsung ikut. Tisu, jadi eh enggak perlu masuk perawatan NICU," imbuh Rifky penuh syukur.

Yulia Rahmayani sendiri mengakui sempat dihantui kecemasan selama proses kehamilan hingga hari persalinan tiba. Ia merasa bersyukur, meski berat badan sempat menjadi perhatian tim medis, kondisi bayi akhirnya dinyatakan sangat sehat.

"Sempat detekan juga, eh, karena itu ya, takut masuk NICU. Tapi Alhamdulillah sih, ngelihat bayinya sehat, semua itu sudah beres," kata Yulia.

Rifky juga menceritakan bagaimana ia turut memantau perkembangan kesehatan bayinya pasca lahir, termasuk memantau kadar gula darah dan bilirubin yang menjadi indikator penting bagi bayi baru lahir.

"Alhamdulillah, udah bagus. Itu makanya ya, kita bersyukur banget enggak perlu masuk ke NICU," imbuh Rifky.

Ketegangan di ruang operasi tersebut kini berubah menjadi kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Rifky pun tak lupa memberikan pesan inspiratif bagi pasangan pejuang keturunan lainnya agar tidak mudah menyerah di tengah proses medis yang menguras energi.

 

"Jangan menyerah, berdoa, dan tetap berusaha. Oke, ini memang enggak segampang yang kita omongin. Tapi memang semua proses harus dijalanin. Enggak ada yang enggak mungkin sih," pungkas Rifky.

Kehadiran Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi menjadi bukti bahwa kesabaran dan perjuangan selama sembilan tahun pernikahan akhirnya membuahkan hasil yang manis bagi Rifky dan Yulia.(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono Resmikan Arena Ring Tinju dan Skate Park di Kolong Flyover Pasar Rebo Jaktim
• 53 menit lalutvonenews.com
thumb
Wamendagri Ribka Pastikan Penanganan Pengungsi Jayawijaya Terkoordinasi
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Sopir Bajaj di Jakbar Tewas Usai Ditabrak Fortuner Dikendarai WN China
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pernah Merasa Tak Didengar saat Kecil, Surya Saputra Kini Terapkan Gentle Parenting demi Anak
• 7 jam lalugrid.id
thumb
Gubernur BI Sebut Nilai Tukar Rupiah Akhir Tahun Bisa Rp 16.500/US$
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.