Pabrik Baterai Listrik di Karawang Beroperasi Juli 2026, IBC Mau Ekspor ke Eropa

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Pabrik baterai listrik atau Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang, Jawa Barat, akan segera beroperasi Juli 2026 dan kemungkinan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

Pabrik ini digarap PT Industri Baterai Indonesia (MIND ID), Indonesai Battery Corporation (IBC), dan konsorsium CBL (CATL). Saat ini persiapannya sudah 90 persen.

“Insyaallah Juli ini COD (Commercial Operation Date). Kemungkinan akhir bulan,” kata Presiden Direktur Indonesia Battery Corporation (IBC) Aditya Farhan Arif dalam bincang Mind Club di Jakarta, Senin (18/5).

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi baterai mencapai 6,9 gigawatt hour (GWh) pada tahap pertama, yang terdiri dari baterai nickel manganese cobalt (NMC) dan lithium iron phosphate (LFP). Tahap kedua akan dibangun 8,1 GWh. Total investasi USF 1,1 miliar.

Aditya mengatakan, IBC membidik pasar ekspor untuk baterai NMC ke Eropa, terutama Jerman. Langkah itu dilakukan karena permintaan baterai berbasis nikel dinilai masih lebih banyak berasal dari kawasan tersebut.

“Kalau NMC memang pasarnya lebih banyak di Eropa, jadi kami lihat potensinya ke sana,” katanya.

Meski demikian, porsi produksi NMC di pabrik Karawang hanya sekitar 20 persen dari total kapasitas. Sementara mayoritas produksi atau sekitar 80 persen akan berupa baterai LFP yang saat ini lebih banyak digunakan industri kendaraan listrik global, terutama produsen asal China.

Menurut Aditya, tren penggunaan LFP meningkat seiring perkembangan industri kendaraan listrik dunia yang mencari alternatif selain baterai berbasis nikel.

“Kondisi pasar sekarang memang lebih banyak pakai LFP,” ujarnya.

Ia menegaskan IBC tetap mempertahankan produksi baterai NMC karena sejalan dengan cita-cita awal hilirisasi nikel Indonesia yang didorong sejak era Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Selain untuk kendaraan listrik, baterai LFP produksi IBC juga akan digunakan untuk battery energy storage system (BESS), termasuk penyimpanan energi di pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). IBC juga telah mengantongi calon pembeli untuk baterai LFP tersebut. Salah satu pasar ekspor yang disasar ialah Jepang.

Aditya berharap pemerintah bisa mendukung hilirisasi ini dengan membuka banyak industri yang bisa menyerap produksi baterai listrik buatan Indonesia. "Harapan IBC, pemerintah bisa create market dan subsidi NMC," jelasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cicilan HUAWEI Mate 80 Pro Mulai Rp699 Ribu & Cashback Besar di Blibli
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BRI Super League: Ingat Putri Kecilnya di Belanda, Tangis Johnny Jansen Pecah usai Ditanya Kontrak Musim Depan Bersama Bali United
• 18 jam lalubola.com
thumb
Detik-detik Mencekam Pemain Persib Bandung Selamat dari Amukan Suporter PSM di Stadion BJ Habibie
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Pramono Resmikan Puskesmas Pembantu di Jakbar, Dorong Penurunan RW Kumuh
• 38 menit lalukumparan.com
Berhasil disimpan.