Komdigi telah melakukan pemblokiran terhadap laporan penipuan digital melalui telepon atau scam call yang saat ini tengah marak di masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, salah satu modus yang banyak dilaporkan adalah penipuan dengan mencatut identitas anggota DPR maupun pejabat publik untuk meminta uang atau sumbangan.
“Kami juga menerima laporan aduan ini yang terkait dengan scam call. Banyak sekali laporan-laporan aduan nomor-nomor telepon yang paling banyak ini mungkin yang juga paling banyak kena Bapak Ibu anggota DPR,” kata Meutya di DPR RI, Senin (18/5).
“Jadi berpura-pura menjadi anggota DPR atau pejabat publik, kemudian minta sumbangan itu impersonation ada 3.000 nomor telepon yang sudah kita blokir,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga telah memblokir ribuan nomor telepon lain yang dilaporkan terkait penipuan, investasi online fiktif, judi online, hingga penipuan jual beli daring.
“Kemudian yang dilaporkan penipuan ada 2.500 nomor telepon yang sudah dilakukan blokir, investasi online fiktif, judi online, jual beli online dan lain-lain dengan total kurang lebih 13.000 lebih,” ucapnya.
Meutya mendorong masyarakat untuk lebih aktif melaporkan nomor telepon yang diduga digunakan untuk penipuan agar dapat segera ditindaklanjuti pemerintah bersama operator seluler.
“Angka ini harusnya bisa lebih tinggi Bapak Ibu, kalau memang masyarakat sudah terbiasa melapor ketika ada nomor-nomor telepon yang diduga akan menipu. Itu silakan langsung dilaporkan supaya bisa kita lakukan pemblokiran atau pemutusan akses dari nomor tersebut, bekerja sama dengan para operator seluler,” kata dia.
Lantas, berapa kali scam call yang kamu dapat dalam sehari? Berikan jawaban kamu pada polling kumparan ini dan sampaikan pendapat kamu di kolom komentar.





