Fakta Miris Pantai di Pandeglang, 250 Kilogram Sampah Diangkut dari Pesisir

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Banten, VIVA – Permasalahan sampah di kawasan pesisir masih menjadi tantangan besar di berbagai wilayah Indonesia. Tak hanya mengganggu keindahan pantai, timbunan sampah juga berdampak langsung pada kehidupan masyarakat pesisir, ekosistem laut, hingga aktivitas perikanan sehari-hari.

Kondisi ini terlihat di kawasan pesisir Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten. Di wilayah tersebut, sampah kiriman laut hingga limbah plastik rumah tangga masih menjadi persoalan yang terus muncul, terutama di area garis pantai. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Baca Juga :
Pemprov DKI Minta Sampah Pemotongan Hewan Kurban Tak Dibuang Sembarangan
Sampah di Rumah Bisa Jadi Cuan, Disetor Nanti Dapat Voucher Belanja

Berangkat dari kondisi itu, puluhan relawan dari berbagai komunitas lingkungan turun langsung melakukan aksi bersih pantai. Kegiatan ini melibatkan komunitas seperti Yayasan KEHATI, Yayasan SALAKA, Rhino Bahari, Lingkar Muda, Brigasspala SMAN 16 Pandeglang, hingga Biodiversity Warrior UNTIRTA.

Sebanyak 50 partisipan ikut membersihkan area pesisir sepanjang sekitar 350 meter. Dari kegiatan tersebut, terkumpul kurang lebih 250 kilogram sampah organik dan anorganik, mulai dari plastik sekali pakai, styrofoam, multilayer sachet, hingga jaring ikan bekas atau ghost nets.

Fenomena sampah laut sendiri kini menjadi perhatian banyak pihak karena sebagian besar limbah yang terbawa ke pesisir membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Tak sedikit sampah plastik yang akhirnya kembali mencemari laut dan membahayakan biota di dalamnya.

Menariknya, kegiatan bersih pantai kali ini tidak berhenti pada proses pengumpulan sampah semata. Sampah yang berhasil dikumpulkan akan dipilah berdasarkan jenisnya untuk kemudian dikelola kembali. Plastik yang masih memiliki nilai ekonomi akan disalurkan ke mitra daur ulang, sementara beberapa jenis plastik lain dimanfaatkan menjadi produk baru seperti paving block melalui pelatihan berbasis komunitas.

Pendekatan tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana isu lingkungan kini mulai dikaitkan dengan konsep ekonomi sirkular, yakni memperpanjang masa pakai material agar tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir atau mencemari perairan.

Sustainability Manager Nestlé Indonesia, Helenna Ariesty, mengatakan, persoalan sampah membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar solusi yang dihasilkan bisa berjalan berkelanjutan.

“Upaya mengatasi tantangan sampah memerlukan kolaborasi lintas pemangku kepentingan serta keterlibatan aktif masyarakat. Melalui Nestlé Coastal Warriors, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang tidak hanya berfokus pada pembersihan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola sampah secara berkelanjutan," ujar Helenna dalam keterangannya, dikutip Senin 18 Mei 2026. 

Baca Juga :
Menko Zulhas Targetkan Persoalan Sampah Selesai Mei 2028: Kalau Belum Beres, Silakan Protes Saya
Riset Ungkap Sampah Plastik Jadi Ancaman Terbesar di Pesisir Jakarta dan Tangerang
Menteri Jumhur: TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai Agustus 2026

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ekonomi Israel Anjlok 3,3 Persen pada Awal 2026 Imbas Perang Iran
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Balapan Penuh Drama, Di Giannantonio Juara MotoGP Catalunya 2026
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kisah Seorang Ibu Uighur Ungkap Sisi Gelap Kamp Penahanan Partai Komunis Tiongkok
• 9 jam laluerabaru.net
thumb
Meski Piala Asia 2027 Masih Lama, Pengamat Sarankan PSSI Segera Kebut Proses Naturalisasi Luke Vickery dan Dean Zandbergen
• 3 jam lalubola.com
thumb
Komdigi Blokir 3,4 Juta Situs Judol dan 3 Ribu Scam Call Berkedok Anggota DPR
• 10 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.