Menteri PAN-RB Percepat Transformasi Digital ASN untuk Hadapi Disrupsi AI

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) mempercepat transformasi aparatur sipil negara (ASN) untuk menghadapi disrupsi teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), melalui penguatan kompetensi digital dan kolaborasi dengan perguruan tinggi.

Menteri PAN-RB Rini Widyantini menegaskan langkah tersebut dilakukan untuk menyiapkan birokrasi digital yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pelayanan publik modern.

"Ke depan ASN harus melakukan transformasi besar menuju pemerintahan digital. Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari ekosistem penyiapan talenta nasional yang siap menghadapi perubahan," ungkapnya.

Menurut Rini, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan birokrasi digital melalui penyesuaian kurikulum.

Pengembangan kurikulum tersebut dilakukan dengan menambahkan materi terkait digital governance dan transformasi birokrasi.

Penguatan Kompetensi Digital ASN

Perubahan teknologi disebut telah berdampak pada seluruh aspek pemerintahan menuju sistem berbasis data yang terintegrasi dan lebih berorientasi pada pelayanan publik yang efektif.

Kondisi tersebut membuat pemerintah mendorong penguatan kompetensi digital ASN di berbagai sektor birokrasi.

Kompetensi yang perlu diperkuat meliputi literasi digital, kepemimpinan digital, serta kemampuan beradaptasi terhadap teknologi baru di lingkungan birokrasi.

"Berdasarkan Global Competitiveness Index, Indonesia berada di peringkat 80 dari 135 negara. Ini menjadi pengingat bahwa kita harus memperkuat kualitas talenta dan daya saing nasional," ujar Rini.

Pemerintah mencatat terdapat sekitar 6,7 juta ASN yang menjadi modal penting dalam percepatan transformasi birokrasi nasional di era digital.

ASN Usia Produktif Dominasi Birokrasi

Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara per Mei 2026, Generasi Y mendominasi ASN sebesar 54 persen atau sekitar 3,7 juta orang.

Generasi X tercatat sebesar 35 persen atau sekitar 2,3 juta orang.

Sementara Generasi Z mencapai 10 persen atau sekitar 650.118 orang.

Dominasi ASN usia produktif dinilai menjadi peluang besar untuk mempercepat transformasi digital birokrasi nasional.

Transformasi tersebut dilakukan melalui penguatan talenta, modernisasi sistem kerja, dan kolaborasi lintas sektor.

Pemerintah juga menilai birokrasi ke depan harus lebih responsif dan berbasis data agar kebijakan serta layanan publik dapat dijalankan secara cepat, tepat, dan terukur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Data Terbaru OJK Catat Bancassurance Kuasai 40,4% Premi Industri Asuransi Jiwa
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Pedagang Hewan Kurban di Johar Baru Korbankan Hak Pejalan Kaki, Camat Ngaku Kecolongan
• 10 jam laludisway.id
thumb
Purbaya Bantah Pelemahan Rupiah Mirip Kondisi Krisis Ekonomi 1998, Ini Perbedaannya
• 10 jam laluviva.co.id
thumb
OPINI: Energi Surya 100 GW untuk Indonesia, Mungkinkah?
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Kans Juara Menipis, Borneo FC Berharap Persijap Jegal Persib pada Laga Penentuan
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.