AS Lanjutkan Sanksi, ESDM Pastikan Rencana Impor Minyak Rusia Tetap Jalan

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan komitmennya untuk meneruskan agenda pengadaan 150 juta ton minyak mentah asal Rusia. 

AS Lanjutkan Sanksi, ESDM Pastikan Rencana Impor Minyak Rusia Tetap Jalan. Foto: Freepik.

IDXChannel - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan komitmennya untuk meneruskan agenda pengadaan 150 juta ton minyak mentah asal Rusia. 

Langkah ini dipastikan tak goyah, meskipun Amerika Serikat (AS) telah secara resmi mencabut kebijakan pelonggaran sanksi bagi produk minyak dan gas bumi (migas) dari Rusia.

Baca Juga:
Indonesia Kerja Sama Migas hingga Nuklir dengan Rusia

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman. Ia menjamin bahwa kesepakatan impor minyak dari Negeri Beruang Merah itu sama sekali tidak urung dilakukan, apalagi Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga baru saja merampungkan agenda lawatan dinasnya ke Rusia.

“Sekarang kan masih tetap berproses kan kemarin juga Pak Wamen barusan kembali dari sana juga. Jadi proses tetap berjalan lah,” kata Laode kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Senin (18/5/2026).

Baca Juga:
Penangguhan Sanksi AS untuk Minyak Rusia Berakhir

Sebagai langkah antisipatif ke depan, Laode memaparkan bahwa pemerintah telah menyiapkan sejumlah strategi khusus seandainya kelak muncul hambatan dalam proses pengiriman komoditas energi tersebut. Salah satu solusi yang siap dioptimalkan adalah dengan memaksimalkan peran strategis keanggotaan Indonesia di dalam blok ekonomi BRICS.

“Iya, kita semua koridor kalau kita enggak bisa ke sana, kita ke BRICS. Akan tetapi, intinya secara negara pun, satu, negara kita kan bebas aktif ya. Jadi itu, apalagi kita juga anggota BRICS,” kata dia.

Baca Juga:
Perusahaan Migas Rusia Zarubezhneft Siap Lanjutkan Proyek Blok Tuna Juni 2026

Adapun Pemerintah Indonesia menekankan kerja sama sektor energi antara Indonesia dan Rusia, mulai dari tindak lanjut rencana pembelian minyak, pengembangan ladang migas, perkembangan proyek Grass Root Refinery (GRR) Tuban, hingga kerja sama energi nuklir untuk tujuan damai.

Penjajakan kerja sama terjalin dalam forum Sidang Komisi Bersama (SKB) ke-14 Indonesia-Rusia Bidang Kerja Sama Perdagangan, Ekonomi, dan Teknik yang berlangsung di Kazan, Rusia pada 12-14 Mei 2026. Forum SKB RI-Rusia merupakan mekanisme kerja sama bilateral resmi antara Pemerintah Indonesia dan Federasi Rusia untuk membahas dan mengevaluasi perkembangan kerja sama di berbagai sektor strategis.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot menyoroti pentingnya penguatan investasi dan kerja sama teknologi energi antara Indonesia dan Rusia guna mendukung ketahanan energi nasional dan transisi menuju energi bersih.

"Kerja sama di sektor energi (dengan Rusia) telah menghasilkan berbagai komitmen investasi di sektor hulu minyak dan gas bumi dan kilang minyak, ketenagalistrikan berbasis energi baru dan terbarukan, termasuk rencana pengembangan pembangkit listrik tenaga nuklir modular kecil. Hal ini sejalan dengan prioritas nasional dalam memperkuat ketahanan energi, baik untuk bahan bakar minyak maupun listrik," ujar Yuliot di sesi Plenary SKB RI-Rusia di Kazan, Rusia, dikutip dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sule Akui Sudah Tahu Rencana Pernikahan Nathalie Holscher, Siap Hadir Jika Diundang
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Tanggapi The Economist Soal Pengelolaan Fiskal RI, Purbaya: Harusnya Mereka Muji Kita!
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
5 dari 9 WNI Rombongan Global Sumud Flotilla 2.0 Ditangkap Israel
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Dua Pria Tembaki Masjid di San Diego AS, Tiga Orang dan Pelaku Tewas
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Pengembang dukung rencana program PKP satu rumah subsidi satu pohon
• 15 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.