DEPOK, KOMPAS.com - Penulis buku, Ahmad Bahar, menyampaikan bahwa dirinya dan pihak GRIB Jaya telah sepakat berdamai terkait peristiwa penggerudukan rumah yang berawal dari dugaan peretasan akun WhatsApp miliknya.
Kesepakatan damai itu dicapai di Polres Depok pada Senin (18/5/2026) dini hari.
"Ya kalau kesepakatannya, saya meminta maaf. Tapi bukan karena saya melakukan perbuatan membuat video itu. Bukan," ujar Ahmad saat dijumpai di rumahnya wilayah Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Senin.
Baca juga: Pramono Berangkat Haji 21 Mei-1 Juni 2026, Tugas Pemprov DKI Dipegang Sementara Rano Karno
"Tapi meminta maaf, sebagai sesama manusia, karena nomor saya di-hack (diretas), dikloning, sehingga membuat beliau marah," lanjutnya.
Menurut Ahmad, permintaan maaf tersebut membuat pihak GRIB Jaya melunak. Ia menjelaskan, kesepakatan damai diambil setelah dirinya dan sekitar 10 anggota GRIB Jaya berdialog selama kurang lebih dua jam.
Dialog itu juga berlangsung setelah pihak GRIB Jaya mengantarkan kembali putri Ahmad yang sebelumnya dibawa ke markas GRIB Jaya di Jakarta Barat pada Minggu (17/5/2026) sore.
Dalam pertemuan tersebut, Ahmad mengaku sempat mengalami tekanan dari 10 orang anggota GRIB Jaya.
Salah satu poin yang dipersoalkan adalah tuduhan bahwa ia berbohong karena tidak mengakui video yang dikirim kepada istri Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, sebagai buatannya.
Video yang dimaksud berisi ancaman terhadap Hercules, serta video lain yang disebut-sebut menjelekkan istrinya. Selain itu, sejumlah pesan bernada ancaman juga dikirim ke nomor kontak istri Hercules dan pengurus GRIB Jaya.
Padahal menurut Ahmad, dirinya tidak pernah mengenal Hercules secara pribadi dan tidak memiliki hubungan dengan pihak GRIB Jaya. Ia juga membantah membuat video maupun pesan bernada ancaman tersebut.
Ia menduga, akun WhatsApp miliknya dan anaknya telah diretas sehingga ada pihak lain yang mengirimkan pesan serta video yang telah dimodifikasi, termasuk kemungkinan menggunakan teknologi AI.
"Dikatakan misalnya, 'Kamu bohong ya ?' Loh, bohong yang mana? Karena sebelumnya kan (pihak GRIB Jaya) sudah ke sini, kita sudah menjelaskan," tutur Ahmad.
Baca juga: Anak Penulis Ahmad Bahar Dipaksa Ikut ke Markas GRIB agar Ayahnya Bertemu Hercules
Ia merujuk pada klarifikasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada empat anggota GRIB Jaya yang mendatangi rumahnya pada Jumat (15/5/2026).
Ahmad menduga, ada video modifikasi lain yang baru saja ditonton oleh pihak GRIB Jaya.
Lebih lanjut, Ahmad menjelaskan bahwa pada Minggu sore ia mendatangi Polres Depok setelah putrinya dibawa ke markas GRIB Jaya. Ia meminta ada solusi agar putrinya dapat segera dipulangkan.





