FAJAR, MAKASSAR — Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar (UNM) angkatan 2024 yang tergabung dalam Aryavasena sukses menggelar pementasan seni dan sastra di Auditorium RRI Makassar, Minggu, 17 Mei 2026. Kegiatan tersebut dihadiri lebih dari 500 penonton.
Pementasan menampilkan empat pertunjukan, yakni teatrikal puisi berjudul Suara Tak Pernah Mati dan Bait Terakhir, teater AI (Akal Ilusi) karya Rostan Yuniardi, serta tari Lathi × Guardian Nusantara. Seluruh pementasan melibatkan 85 mahasiswa Bahasa dan Sastra Indonesia UNM.
Pimpinan Produksi Aryavasena, Fachry Maulana Iskandar, mengatakan proses penggarapan pementasan memakan waktu kurang lebih tiga bulan. Menurutnya, tantangan terbesar selama persiapan adalah membagi waktu di tengah padatnya tugas perkuliahan serta menyatukan banyak ide dari para anggota produksi.
“Hal yang menjadi hambatan selain harus lebih bisa manajemen waktu karena banyaknya tugas-tugas dari mata kuliah lain, menyatukan banyak suara dan kepala adalah tantangan tersulit. Tapi ternyata sejauh ini kita bisa menyelesaikan semua hambatan itu. Kuncinya ya itu, komunikasi dan kesabaran,” ujarnya.
Aryavasena merupakan nama angkatan bagi produksi pementasan seni dan sastra mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia UNM angkatan 2024. Nama lengkapnya adalah Catur Aryavardhana Bhaskara Nawasena.
Nama tersebut memiliki makna sebagai generasi ke-24 yang berdiri di atas empat kekuatan utama, terus bertumbuh dalam kemuliaan, menjadi cahaya bagi sekitar, dan melangkah sebagai pasukan baru yang siap menorehkan sejarah.
Makna itu dijabarkan ke dalam empat unsur. “Catur” melambangkan empat pilar utama, yakni solidaritas, keberanian, kecerdasan, dan integritas. “Aryavardhana” bermakna generasi yang terus berkembang menjadi lebih baik. “Bhaskara” berarti cahaya atau matahari yang memberi energi dan inspirasi. Sementara “Nawasena” dimaknai sebagai pasukan generasi baru yang siap melangkah dan meninggalkan jejak. (uca)





