Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, akan memperkuat unit garis depan di perbatasan dengan Korea Selatan. Dia menyebut langkah tersebut bertujuan mencegah perang.
Laporan kantor berita Korea Utara KCNA menyebut Kim ingin wilayah perbatasan dijadikan layaknya benteng yang tak tertembus. Hal itu disampaikan Kim kepada para komandan dari berbagai divisi dan brigade Angkatan Darat Korea Utara, Minggu (17/5).
Kim juga menyerukan penyesuaian sistem latihan serta perluasan latihan taktis yang sesuai dengan peperangan modern. Ke depan, Kim disebut akan mendefinisikan ulang konsep operasi militer Korea Utara.
“Kami perlu waspada terhadap musuh bebuyutan,” kata Kim seperti dikutip AFP. Adapun “musuh bebuyutan” merupakan istilah yang digunakan Korea Utara untuk menyebut Korea Selatan.
Kedua Korea terlibat perang sejak 1950-an. Hingga kini, keduanya masih berada dalam status gencatan senjata, bukan perjanjian damai.
Sementara itu, menurut keterangan Staf Gabungan Militer Korea Selatan, Korea Utara telah meningkatkan penguatan di wilayah perbatasan sejak Maret lalu. Salah satu bentuknya adalah pembangunan tembok di perbatasan.





