Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi membuat banyak kota di dunia mulai mengandalkan mesin modern untuk mengatasi persoalan sampah. Mulai dari sistem pengolahan berbasis kecerdasan buatan hingga fasilitas daur ulang otomatis, semuanya dirancang untuk mengurangi penumpukan limbah yang semakin sulit dikendalikan.
Namun di tengah tren tersebut, pendekatan sederhana berbasis masyarakat ternyata masih dianggap relevan. Salah satunya melalui program bank sampah yang mengajak warga memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.
Konsep ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, tetapi masih menjadi salah satu metode yang dinilai efektif untuk mengurangi volume sampah. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, sistem tersebut juga mampu menciptakan nilai ekonomi dari sampah anorganik seperti plastik dan kertas.
Pendekatan berbasis komunitas dianggap memiliki keunggulan karena langsung melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan sampah. Dengan keterlibatan warga, kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh secara perlahan tanpa harus bergantung pada teknologi mahal.
Di sejumlah daerah, bank sampah bahkan berkembang menjadi sarana edukasi mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Hasil dari pengumpulan sampah dapat ditabung atau dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan produktif masyarakat.
Hal itu yang kini coba diperkuat oleh Mandiri Utama Finance (MUF) melalui program pengembangan bank sampah di wilayah Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi bersama Yayasan Kumala dan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.
Dalam pelaksanaannya, MUF memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana bank sampah sekaligus edukasi keuangan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat membantu warga mengelola hasil pengolahan sampah secara lebih produktif dan berkelanjutan.
Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance, Elisabeth Lidya Sirait mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Menurut dia, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan perubahan positif.
“Melalui program bank sampah di Rorotan ini, MUF ingin menghadirkan kontribusi nyata yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.





