Mengurangi Sampah Tak Selalu Harus Pakai Teknologi Canggih

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Perkembangan teknologi membuat banyak kota di dunia mulai mengandalkan mesin modern untuk mengatasi persoalan sampah. Mulai dari sistem pengolahan berbasis kecerdasan buatan hingga fasilitas daur ulang otomatis, semuanya dirancang untuk mengurangi penumpukan limbah yang semakin sulit dikendalikan.

Namun di tengah tren tersebut, pendekatan sederhana berbasis masyarakat ternyata masih dianggap relevan. Salah satunya melalui program bank sampah yang mengajak warga memilah sampah rumah tangga sejak dari sumbernya.

Baca Juga :
Fakta Miris Pantai di Pandeglang, 250 Kilogram Sampah Diangkut dari Pesisir
5 Fakta Menarik XERF untuk Mengencangkan Kulit: Cara Kerja hingga Pendapat Dokter Kecantikan

Konsep ini sebenarnya bukan hal baru di Indonesia, tetapi masih menjadi salah satu metode yang dinilai efektif untuk mengurangi volume sampah. Selain membantu menjaga kebersihan lingkungan, sistem tersebut juga mampu menciptakan nilai ekonomi dari sampah anorganik seperti plastik dan kertas.

Pendekatan berbasis komunitas dianggap memiliki keunggulan karena langsung melibatkan masyarakat dalam proses pengelolaan sampah. Dengan keterlibatan warga, kesadaran menjaga lingkungan dapat tumbuh secara perlahan tanpa harus bergantung pada teknologi mahal.

Di sejumlah daerah, bank sampah bahkan berkembang menjadi sarana edukasi mengenai pengelolaan keuangan sederhana. Hasil dari pengumpulan sampah dapat ditabung atau dimanfaatkan kembali untuk kebutuhan produktif masyarakat.

Hal itu yang kini coba diperkuat oleh Mandiri Utama Finance (MUF) melalui program pengembangan bank sampah di wilayah Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Program tersebut dijalankan melalui kolaborasi bersama Yayasan Kumala dan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.

Dalam pelaksanaannya, MUF memberikan dukungan berupa sarana dan prasarana bank sampah sekaligus edukasi keuangan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat membantu warga mengelola hasil pengolahan sampah secara lebih produktif dan berkelanjutan.

Corporate Secretary & Legal Division Head Mandiri Utama Finance, Elisabeth Lidya Sirait mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan. Menurut dia, kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat menjadi kekuatan penting dalam menciptakan perubahan positif.

“Melalui program bank sampah di Rorotan ini, MUF ingin menghadirkan kontribusi nyata yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :
Pemprov DKI Minta Sampah Pemotongan Hewan Kurban Tak Dibuang Sembarangan
Bukan Cuma Teknologi, Ini 3 Hal yang Paling Dicari Generasi Digital
Kenalan dengan Teknologi ‘Grid-Forming’ yang Mulai Masuk RI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Iran Ancam Teluk Oman Jadi “Kuburan Kapal” Jika AS Tak Akhiri Blokade
• 10 jam lalupantau.com
thumb
BRI Super League: Pelatih PSIM Jean-Paul van Gastel Menikmati Tahun Perdana di Indonesia
• 2 jam lalubola.com
thumb
Nongkrong di Flyover Pasar Rebo: Antara Jeritan Dompet, Kebutuhan Ruang Sosial, dan Sanksi Hukum
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kejaksaan Agung Lelang Minyak Mentah MT Arman 114 Senilai Rp900 Miliar kepada Pertamina
• 1 jam lalupantau.com
thumb
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres OKU Timur Salurkan 1.606 Paket Bansos
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.