Iran Ancam Teluk Oman Jadi “Kuburan Kapal” Jika AS Tak Akhiri Blokade

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Iran mengancam akan melawan Amerika Serikat terkait blokade angkatan laut di kawasan Teluk Oman dan memperingatkan wilayah tersebut bisa menjadi “kuburan kapal” bagi armada AS jika ketegangan terus meningkat.

Ancaman itu disampaikan Anggota Dewan Kemaslahatan Iran Mayjen Mohsen Rezaei dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu (17/5).

"Saran saya kepada AS adalah mundurlah sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda. Jika tidak, maka yang kami pahami adalah bahwa blokade laut merupakan tindakan perang dan meresponsnya adalah hak alami kami," ujar Rezaei.

Rezaei menegaskan sikap sabar Iran selama ini bukan berarti menerima tekanan atau ancaman dari pihak luar.

"Jika kami telah bersabar hingga sekarang, maka itu bukan berarti kami menerimanya," katanya.

Iran Pertanyakan Kehadiran Militer AS di Teluk

Rezaei juga mempertanyakan alasan keberadaan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk setelah berakhirnya era Uni Soviet.

"Amerika datang ke sini dan membawa kapal-kapal perangnya. Siapa musuh mereka? Dulu mereka mengatakan datang untuk menghadapi Uni Soviet. Uni Soviet sudah tidak ada lagi," ucapnya.

Ia menegaskan Selat Hormuz tetap terbuka untuk perdagangan internasional, namun Iran menolak keberadaan militer asing yang dianggap mengganggu keamanan kawasan.

"Selat Hormuz terbuka untuk perdagangan, tetapi akan ditutup bagi penumpukan militer dan segala upaya yang mengganggu keamanan," tegas Rezaei.

Ketegangan Iran dan AS Terus Meningkat

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari yang kemudian dibalas oleh Teheran.

Konflik tersebut memicu gangguan di Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Sejak 13 April, Amerika Serikat memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di kawasan tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jangan Kuliah karena FOMO, Pilih Jurusan Data Science Biar Kelak Siap Kerja
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Purbaya soal Rupiah Rp 17.600: Pemerintah Masuk Pasar Obligasi Hari Ini
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Purbaya Wacanakan Pemutihan Rokok Ilegal, ICW Wanti-wanti Dampak Buruknya
• 6 jam laludisway.id
thumb
Perebutan Gelar Juara Liga, Persib Bandung di Atas Angin
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pramono Buka Peluang LRT Jakarta Tembus Bandara Soetta via PIK 2
• 15 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.