Kasus Pencabulan di Ponpes Pati, Cak Imin: Jangan Sampai Rusak Nama Baik Pesantren

kompas.com
22 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum (Ketum) PKB Muhaimin Iskandar berharap, peristiwa yang terjadi Pondok Pesantren Ndholo Kusumo tidak merusak nama baik pesantren secara keseluruhan.

"Tentu peristiwa-peristiwa yang terjadi jangan sampai merusak nama baik pesantren yang jumlahnya lebih besar dan lebih banyak dibanding kasus yang ada," imbuh Muhaimin, dalam pembukaan agenda Temu Nasional Pondok Pesantren di Grand Mercure Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (18/5/2026).

Cak Imin, panggilan karib Muhaimin, menuturkan bahwa saat ini mulai muncul gerakan di media sosial yang menggeneralisir pesantren sebagai lembaga pendidikan dengan stigmatisasi negatif.

Baca juga: Cak Imin: Presiden Berkomitmen Benahi Pesantren

"Karena saya menangkap ada gerakan di sosial media yang menggeneralisir, mencoba memanfaatkan case by case untuk menggeneralisasi dan menghancurkan kebesaran pesantren-pesantren kita," tutur dia.

Cak Imin menegaskan, PKB berdiri tegak bersama pesantren untuk menjunjung tinggi pendidikan yang berkualitas.

Karena itu, kasus kekerasan seksual di pesantren yang terjadi akhir-akhir ini menjadi atensi PKB.

"PKB terdepan mengawal dan menjaga pesantren-pesantren dari upaya penghancuran secara sistematik. Karena pesantren telah terbukti mendidik, menyiapkan, menjadi benteng," imbuh dia.

Ia menilai, kekerasan yang terjadi di pondok pesantren merupakan akibat dari budaya relasi kuasa yang masih kuat.

Baca juga: Cak Imin Soroti Lambatnya Penanganan Kasus Kekerasan Seksual Ponpes di Pati

"Kekerasan di tempat kerja, kekerasan hubungan patron-klien, kekerasan hubungan atasan-bawahan, kekerasan juragan dan anak buah, inilah namanya relasi kuasa," ucap dia.

Menurut dia, eksploitasi kekerasan yang terjadi di semua lini harus dirombak dengan mengubah cara pandang, cara pendekatan dan cara berpikir.

"Kita akan tunjukkan mana yang pesantren benar dan mana yang pesantren abal-abal yang merusak nama baik pesantren-pesantren di Tanah Air kita," imbuh dia.

Sebagai informasi, pendiri sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kiai Ashari (51) telah ditetapkan sebagai tersangka usai ditangkap oleh tim gabungan Polresta Pati dan Polda Jateng di Wonogiri pada Kamis (7/5/2026) setelah melarikan diri.

Baca juga: Sapa Gus Rozin, Cak Imin: Penting Jelang Muktamar

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Tengah memastikan hak pendidikan puluhan santri yang terdampak kasus kekerasan seksual tetap terpenuhi.

Proses pembelajaran bagi para santri tetap dilanjutkan melalui skema pembelajaran yang disiapkan meski izin operasional pesantren telah dicabut sejak 5 Mei 2026.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BKN Pastikan Pengisian Jabatan ASN Bebas dari Praktik Balas Budi
• 23 jam lalujpnn.com
thumb
Hyundai Masih Tahan Harga Mobil, Pasar Lagi Kompetitif!
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Benteng Amsterdam di Negeri Hila, saksi bisu kejayaan rempah Maluku
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kasus Korupsi Sertifikasi K3, Noel Heran Tuntutan Hanya Beda Setahun dengan Terdakwa Lain
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Menekraf: Industri animasi RI tumbuh 3,3 kali lipat dalam 10 tahun
• 6 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.