Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel menghadiri unjuk rasa di Havana, Kuba, Sabtu (3/1/2026), sebagai bentuk solidaritas dengan Venezuela setelah AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dan menerbangkannya keluar dari Venezuela. (Sumber: AP Photo/Ramon Espinosa)
HAVANA, KOMPAS.TV - Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez mengeluarkan ancaman kepada Amerika Serikat (AS), jika negara itu sampai menyerang Havana.
Diaz-Canel menegaskan setiap aksi militer terhadap Kuba dari AS akan menghasilkan pertumpahan darah sebagai respons.
Hal itu diungkapkan Diaz-Canel, Senin (18/5/2026) di akun media sosialnya.
Baca Juga: Pezeshkian Klaim AS-Israel Berupaya Adu Domba Negara Muslim, Berbeda dengan Iran
“Ancaman agresi militer terhadap Kuba dari kekuatan militer terbesar di planet ini sudah diketahui. ancaman itu sendiri merupakan kejahatan internasional,” tuturnya dikutip dari Politico.
“Mewujudkannya akan memicu pertumpahan darah dengan konsekuensi yang tak terhitung, serta penghancuran perdamaian dan stabilitas,” tambahnya.
Ketegangan AS-Kuba meningkat dibawah pemerintahan kedua Presiden Donald Trump.
Trump memang telah menerapkan kampanye “tekanan maksimum” terhadap pulau itu dalam upaya memaksa perubahan rezim.
Kuba mulai mengalami kesulitan setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, dan kemudian mengambil alih minyak Venezuela.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : Politico
- kuba
- amerika serikat
- pertumpahan darah
- miguel diaz-canel
- menyerang havana





