Pantau - PT Pertamina Hulu Eneri Offshore North West Java atau PHE ONWJ mencatat produksi awal Sumur LLA-6 sebesar 1.321 barel minyak per hari atau barrel oil per day (BOPD) dari sumur pengembangan yang berada di Platform LLA lepas pantai perairan utara Jawa Barat.
Sumur LLA-6 juga menghasilkan produksi awal gas sebesar 2 juta standar kaki kubik per hari atau MMSCFD dengan semburan hidrokarbon secara natural dan kadar air atau Basic Sediment and Water (BSW) sebesar 0 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan minyak yang dihasilkan merupakan minyak murni tanpa kandungan air.
Senior Manager Subsurface Development & Planning PHE ONWJ Adang Sukmatiawan mengatakan keberhasilan Sumur LLA-6 diperoleh dari pembelajaran pengeboran Sumur LLE-5ST pada tahun sebelumnya.
"Keberhasilan sumur LLA-6 ini kami dapatkan dari lesson learned Sumur LLE-5ST yang kami bor tahun lalu. Mengingat lapisan targetnya sama, formulasi dan strateginya kami sempurnakan,” ujar Adang.
"Hasilnya terbukti, kami bisa mendapatkan produksi yang sangat baik dengan eksekusi yang jauh lebih matang," kata Adang.
Proses Pengeboran Diselesaikan dalam 33 HariAdang menjelaskan Sumur LLA-6 mulai dibor pada 24 Maret 2026 menggunakan metode directional dengan Rig PVD-II.
Mata bor menembus hingga kedalaman akhir 5.407 feet measured depth (ftMD) atau setara dengan 3.561 feet true vertical depth (ftTVD).
Seluruh proses pengeboran hingga uji alir produksi pada 2 Mei 2026 diselesaikan hanya dalam waktu 33 hari.
Durasi pengerjaan yang singkat tersebut berdampak pada efisiensi anggaran proyek.
Berdasarkan estimasi lapangan, total biaya Sumur LLA-6 hanya mencapai 61,5 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas.
Efisiensi tersebut menghasilkan penghematan biaya hampir 40 persen.
PHE ONWJ Fokus Lanjutkan Pengeboran Sumur BaruGeneral Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama mengapresiasi kerja keras seluruh tim yang terlibat dalam proyek tersebut.
Menurut Muzwir, keberhasilan produksi dan efisiensi biaya menjadi bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan energi nasional.
"Keberhasilan ini sangat istimewa karena kita tidak hanya memikirkan seberapa besar lifting yang didapat, tapi juga seberapa efisien biaya yang dikeluarkan," kata Muzwir.
Setelah keberhasilan Sumur LLA-6, PHE ONWJ kini mengalihkan fokus operasional ke pengeboran Sumur LLA-5 dan LLA-7.
"Masih ada beberapa rencana kerja bor dengan target lapisan yang sama ke depannya. Mohon doa agar hasil dari Sumur LLA-5 dan Sumur LLA-7 nanti bisa menyamai, atau bahkan lebih baik. Kami selalu melakukan ikhtiar dan doa terbaik untuk menggenjot produksi migas Indonesia. Bersama kita bisa," kata Muzwir.



