Nasib sembilan warga negara Indonesia yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla hingga kini masih belum jelas.
Media Israel melaporkan seluruh aktivis dan relawan yang ditangkap akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah operasi militer selesai dilakukan.
Baca Juga: Dua Jurnalis Republika Diculik Israel Saat Meliput Aksi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Empat kapal perang Israel disebut terlibat dalam operasi intersepsi terhadap armada bantuan tersebut.
Menurut laporan, armada bantuan dicegat di lepas pantai Siprus sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gaza.
Seorang aktivis yang berada di atas kapal mengatakan armada tetap bertekad melanjutkan misi meski menghadapi ancaman militer Israel.
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Indonesia belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah diplomatik untuk membebaskan sembilan WNI tersebut.
Sementara itu, blokade Israel terhadap Gaza yang telah berlangsung sejak 2007 kembali menjadi sorotan internasional setelah penangkapan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla.
Adpun sebelumnya, Sebanyak sembilan warga negara Indonesia ditangkap militer Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2026 menuju Jalur Gaza.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun media sosial Global Peace Convoy Indonesia (GPCI).
Berikut daftar sembilan WNI yang berada dalam armada bantuan kemanusiaan tersebut:
- Bambang Noroyono (Abeng)
- Thoudy Badai
- Herman Budianto Sudarsono
- Ronggo Wirasanu
- Andi Angga Prasadewa
- Aras Asad Muhammad
- Hendro Prasetyo
- Andre Prasetyo Nugroho
- Rahendro Herubowo
Selain sembilan WNI tersebut, sekitar 100 aktivis kemanusiaan dari berbagai negara juga ikut ditangkap dalam operasi intersepsi yang dilakukan militer Israel.
Baca Juga: Berulah Lagi, Israel Bombardir Lebanon Meski Gencatan Senjata Diperpanjang
Media Israel melaporkan para relawan akan dibawa ke Pelabuhan Ashdod setelah seluruh operasi selesai dilakukan.





