Media sosial dihebohkan dengan video pesan SOS dari jurnalis Republika Bambang Noroyono alias Abeng sebelum dirinya ditangkap tentara Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Video tersebut dirilis melalui akun media sosial Republika usai kapal Global Sumud Flotilla diintersepsi militer Israel.
Baca Juga: Dua Jurnalis Republika Diculik Israel Saat Meliput Aksi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla
Dalam video itu, Abeng meminta pemerintah Indonesia segera bertindak untuk membebaskannya.
“Jika Anda menemukan video ini mohon disampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Israel. Saya mohon agar pemerintah Republik Indonesia membebaskan saya dari penculikan tentara penjajahan Zionis Israel,” kata Abeng dalam video tersebut.
Republika menjelaskan pengiriman video SOS merupakan tanda bahwa peserta armada telah ditangkap atau diintersepsi oleh tentara Israel.
Video itu langsung viral di media sosial dan memicu gelombang dukungan terhadap para relawan kemanusiaan yang ditangkap.
Adapun Pemimpin Redaksi Republika mengecam keras Israel usai dua jurnalisnya ditangkap saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Pemimpin Redaksi Republika Andi Muhyiddin mengecam keras tindakan militer Israel yang menangkap dua jurnalis Republika dalam misi kemanusiaan menuju Gaza.
Menurut Andi, intersepsi terhadap kapal Global Sumud Flotilla merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kebebasan sipil.
“Tindakan ini pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil warga dunia yang membawa bantuan bagi rakyat Palestina di Gaza,” kata Andi dalam pernyataan resmi, Senin (18/5/2026).
Andi menyebut para relawan datang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga sipil Palestina yang selama berbulan-bulan menghadapi blokade dan agresi.
“Para relawan datang bukan membawa senjata, melainkan solidaritas, obat-obatan, bantuan logistik, dan suara nurani dunia untuk warga sipil Palestina,” ujarnya.
Ia juga menegaskan Republika menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional.
Baca Juga: Eks Dedengkot Fox Ungkap, Situs Pornografi Besar Dikendalikan Intelijen Israel, Coba Mendeteksi Perilaku Pengguna
“Kami berdiri bersama para relawan kemanusiaan dunia. Dan kami menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi kemanusiaan di perairan internasional,” kata Andi.





