Sulteng perkuat literasi keuangan untuk generasi muda

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Palu (ANTARA) - Pemerintah Kota Palu bersama lembaga edukasi dan literasi, Hanna Asa Indonesia memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda di Sulawesi Tengah di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Pendiri lembaga Hanna Asa Indonesia, Mardiyah di Palu, Senin, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Palu terhadap program edukasi literasi dan inklusi keuangan yang selama ini dijalankan organisasinya bagi berbagai kelompok masyarakat.

“Sejak dua tahun terakhir kami intens berkomunikasi dengan Pak Wali Kota. Beliau juga mendukung kegiatan edukasi literasi dan inklusi keuangan yang kami jalankan,” kata Mardiyah usai bertemu Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda edukasi keuangan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Salah satunya kegiatan Smart Financial Journey pada Sabtu (23/5) yang akan melibatkan ratusan anak muda di Sulawesi Tengah untuk mengikuti edukasi pengelolaan keuangan.

“Pertemuan hari ini juga terkait agenda kegiatan kami di Jakarta pada 12 Juni 2026, kemudian dalam waktu dekat kami akan melaksanakan Smart Financial Journey,” ujarnya.

Menurut Mardiyah, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan, terutama di tengah kondisi ekonomi yang semakin menantang.

Ia menyebutkan berdasarkan survei 2025 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia mencapai 66,46 persen, sedangkan tingkat inklusi keuangan sebesar 80,51 persen.

Meski demikian, kata dia, masih banyak generasi muda yang menghadapi persoalan finansial seperti pendapatan tidak menentu, belum memiliki dana darurat, hingga terjerat pinjaman online ilegal.

Karena itu, peserta kegiatan akan diberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang lebih baik dan sehat.

Selain digelar secara langsung, kegiatan tersebut juga direncanakan disiarkan melalui media sosial agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas.

“Harapannya jangkauannya semakin luas karena kami ingin Kota Palu bisa menjadi salah satu kota yang menjadi role model di Indonesia Timur dalam pelaksanaan edukasi literasi keuangan,” katanya.

Sementara itu, Hadianto Rasyid menyambut baik program edukasi literasi dan inklusi keuangan yang menyasar generasi muda di daerahnya.

Menurut dia, peningkatan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan keuangan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang mandiri dan produktif.

Ia berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Palu dan Hanna Asa Indonesia dapat terus diperkuat agar edukasi literasi keuangan menjangkau lebih banyak masyarakat.

Baca juga: Guru Besar UI: Literasi keuangan kunci hadapi risiko inovasi finansial

Baca juga: OJK Sulteng tingkatkan literasi keuangan bagi penyandang disabilitas


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Viral Kopdes Merah Putih Minim Produk UMKM: Ternyata Jatuhnya Toko Kelontong
• 16 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Pemerintah Pastikan Harga LPG 3 Kg Tidak Naik hingga Akhir 2026
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Logika Sumir Prabowo Anggap Kurs Lemah Tak Pengaruhi Desa
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Mengawal Asa Beras Nasional
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Menjaga Napas Pangan: Dari Sawah ke Cadangan Negara
• 4 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.