Pantau - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan seluruh awak kapal warga negara Indonesia korban pembajakan kapal MT Honour 25 di perairan Somalia dalam kondisi sehat dan kebutuhan logistik mereka terpenuhi.
Kemlu juga menyatakan gaji para awak kapal tetap dibayarkan selama proses penanganan kasus pembajakan berlangsung.
“Pemerintah terus mengupayakan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri,” ungkap Kementerian Luar Negeri dalam keterangannya.
Proses Negosiasi Masih BerlangsungKemlu menyebut hingga saat ini proses negosiasi masih berlangsung antara otoritas setempat, manajemen kru, dan berbagai pihak terkait di Somalia.
Koordinasi intensif juga terus dilakukan oleh Kemlu bersama perwakilan Indonesia di luar negeri untuk memantau perkembangan kasus pembajakan tersebut.
Selain itu, Kemlu bersama Kementerian Perhubungan dan pihak terkait lainnya telah menghubungi keluarga para awak kapal untuk memberikan informasi perkembangan terbaru.
Kapal MT Honour 25 dilaporkan dibajak pada 22 April 2026 di perairan sekitar Hafun, Somalia.
Empat ABK WNI Berasal dari Tiga ProvinsiKapal MT Honour 25 diketahui diawaki oleh empat awak berkewarganegaraan Indonesia, 10 awak asal Pakistan, satu awak asal India, dan satu awak asal Myanmar.
Empat ABK WNI korban pembajakan tersebut berasal dari Sulawesi Selatan, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Pada 26 April 2026, pihak keluarga korban meminta Pemerintah Indonesia dan Presiden Prabowo Subianto segera mengambil langkah untuk menjamin keselamatan seluruh awak kapal yang menjadi korban pembajakan.




