Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 6.387-6.262 saat perdagangan Selasa (19/5). Pada Senin (18/5), IHSG ditutup anjlok 124,08 poin atau setara 1,85 persen ke level 6.599,24.
“Berdasarkan analisa teknikal, IHSG masih terlihat oversold berdasarkan indikator RSI dan sudah berhasil menguji target 'wave 5 / A'. Sementara itu, Stochastics K_D menunjukkan sinyal negatif, namun volume mulai mengalami penaikan,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Selasa (19/5).
Menurut Nafan, market merespons pergerakan rupiah yang cenderung terdepresiasi tajam hingga menembus pada kisaran Rp 17.668-Rp 17.681 per dolar AS.
“Hal ini menjadi salah satu rekor terendah yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya persepsi risiko terhadap pasar aset Indonesia,” ujar Nafan.
Sementara dari global, dinamika tensi geopolitik AS-Iran masih menjadi sentimen utama bagi market. Washington dan Teheran telah melakukan perubahan pada proposal masing-masing untuk mengakhiri perang, meskipun hal ini masih tetap jauh dari kesepakatan diplomatik.
Saham-saham yang direkomendasikan Mirae Sekuritas pada Selasa (19/5) meliputi ASII, EMTK, dan INDF.
Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG pada Selasa (19/5) melemah ke level 6.307-6.379.
“Hal ini berarti, IHSG masih akan rawan melanjutkan koreksinya untuk menguji 6.307-6.379,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Selasa (19/5).
Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Selasa (19/5) meliputi ADMR, ARCI, BNBR, INKP, dan XKID.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.





