JAKARTA, DISWAY.ID -- Enam bulan pascabanjir yang melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mempercepat pemulihan sektor pendidikan.
Hingga Mei 2026, sebanyak 4.820 dari total 4.922 sekol8ah terdampak telah kembali menjalankan kegiatan belajar mengajar secara penuh.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah akan menuntaskan pencairan bantuan lanjutan dalam waktu dekat.
BACA JUGA:Serapan Anggaran Kementerian UMKM Capai 42 Persen, KUR Tembus Rp105,8 Triliun
“Pada pekan kedua dan ketiga Mei 2026, kami akan menyelesaikan pencairan kepada 223 satuan pendidikan dengan dana bantuan Rp83,3 miliar. Selain itu, bantuan operasional pada masa transisi darurat menuju pemulihan juga disalurkan sebesar Rp17 miliar untuk memastikan kegiatan belajar tetap berjalan,” ujar Abdul Mu'ti, di Jakarta, Senin, 18 Mei 2026.
Sebagian kecil sekolah lainnya masih memanfaatkan ruang kelas darurat, tenda, atau menumpang di sekolah terdekat.
Langkah ini dilakukan agar proses pembelajaran tetap berlangsung di tengah masa pemulihan.
Dalam upaya rehabilitasi dan rekonstruksi, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan revitalisasi kepada 3.084 sekolah dengan total anggaran lebih dari Rp2,9 triliun.
"Program ini dilaksanakan secara swakelola oleh 2.817 sekolah, sementara 267 sekolah yang mengalami kerusakan berat direlokasi melalui kerja sama dengan TNI AD dengan anggaran lebih dari Rp446 miliar,"kata Abdul Mu'ti.
BACA JUGA:Pilih 02? Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Buatkan Surat Permohonan Maaf untuk Pendukung Prabowo-Gibran
Sebaran bantuan mencakup 2.085 sekolah di Aceh, 332 sekolah di Sumatra Barat, dan 667 sekolah di Sumatra Utara.
Dari total tersebut, sebanyak 2.861 sekolah telah menerima dana tahap pertama sebesar 70 persen dengan nilai lebih dari Rp1,9 triliun.
Tak hanya infrastruktur, pemerintah juga memberikan perhatian pada tenaga pendidik.
Bantuan khusus telah disalurkan kepada 53.215 guru dan tenaga kependidikan (GTK) terdampak, dengan total anggaran Rp286 miliar untuk tiga bulan.
Selain itu, tunjangan guru tetap diberikan tanpa syarat beban mengajar normal, dengan total penyaluran mencapai Rp508,9 miliar.
- 1
- 2
- »





