MPR Setujui Penolakan Final Ulang LCC Empat Pilar Kalbar, Format Juri Juga Dirombak

jpnn.com
7 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto menegaskan eksistensi Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI akan semakin kuat dan menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Menurutnya, hal itu bercermin dari antusias publik menyikapi dinamika yang terjadi dalam final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

BACA JUGA: Plt Sekjen MPR Tegaskan Tak Ada Unsur Keberpihakan Dewan Juri LCC Empat Pilar Kalbar

Abraham menjelaskan MPR memiliki tiga alat kelengkapan, yaitu Badan Sosialisasi, Badan Pengkajian dan Badan Penganggaran.

Sementara itu, LCC Empat Pilar adalah agenda MPR di bawah naungan Badan Sosialisasi sebagai pentingnya meningkatkan pemahaman terkait empat pilar kebangsaan.

BACA JUGA: Ocha Peserta LCC Empat Pilar MPR Dapat Motivasi dari Gibran

Secara umum, hingga 9 Mei 2026 telah dilaksanakan LCC empat pilar di 15 provinsi, dan Kalbar merupakan provinsi ke-15, sehingga masih tersisa 23 provinsi lainnya yang belum melaksanakan LCC Empat Pilar MPR 2026.

Namun karena adanya dinamika pada kegiatan (LCC Kalbar) tersebut, pelaksanaan di provinsi lain ditunda.

BACA JUGA: Triyatni Sebut LCC Empat Pilar MPR Tingkat Provinsi Jambi Upaya Bentuk Karakter Bangsa

Pada Selasa (12/5), Pimpinan Badan Sosialisasi menggelar rapat secara daring dan memutuskan untuk melakukan evaluasi menyeluruh, baik terhadap dewan juri maupun pihak penyelenggara.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas tentang surat pernyataan resmi dari SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas yang salah satu poinnya adalah penolakan terhadap pelaksanaan ulang lomba cerdas cermat.

“Oleh karena itu, rapat gabungan dengan pimpinan MPR hari ini, memutuskan kami mengikuti apa yang sudah disampaikan oleh kedua sekolah tersebut," tegas Abraham.

Pernyataan itu disampaikan Abraham dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman dan Plt. Sekretaris Jenderal MPR Siti Fauziah di lobi Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (18/5).

Konferesi pers tersebut dilakukan seusai melaksanakan Rapat Gabungan Pimpinan MPR, bersama pimpinan fraksi, pimpinan kelompok DPD, beserta alat kelengkapan.

Abraham menilai sikap yang ditunjukkan dalam pernyataan kedua sekolah ini merupakan wujud nyata dari implementasi nilai-nilai Empat Pilar MPR itu sendiri.

"Di sana ada nilai toleransi, persatuan yang dijunjung tinggi, serta nilai keadilan dan demokrasi,” ujar Abraham.

Abraham menyampaikan rapat akan kembali digelar untuk mengevaluasi terkait dewan juri ke depan, yakni dewan juri dari unsur pakar pakar hukum tata negara atau akademisi/dosen perguruan tinggi setempat di setiap provinsi.

Pihaknya berharap dengan format baru ini sosialisasi Empat Pilar dapat semakin membumi dan mudah dipahami masyarakat.

Abraham menambahkan LCC Empat Pilar ini akan terus diselenggarakan dengan meningkatkan kualitas pengaturan dan melibatkan juri yang lebih profesional.

"Dengan demikian, cita-cita Empat Pilar (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika) dapat memperkuat generasi muda untuk semakin mencintai bangsa ini,” tuturnya.

Abraham juga menegaskan tujuan utama dari Sosialisasi Empat Pilar ini, yaitu agar seluruh masyarakat Indonesia memahami nilai-nilai kebangsaan, generasi muda memahami kehidupan berbangsa dan bernegara secara benar dan baik.

LCC Empat Pilar ini juga bertujuan meningkatkan wawasan kebangsaan, cinta tanah air, serta mendorong pemahaman tentang nilai demokrasi, toleransi, persatuan, dan konstitusi negara.

“Mudah-mudahan ke depan Sosialisasi Empat Pilar ini bisa lebih membumi, sehingga target pemahaman bagi 280 juta warga Indonesia dapat tercapai, demi menjaga persatuan dan kesatuan NKRI. Sikap ini sudah dicontohkan dengan sangat baik oleh adik-adik kita dari kedua sekolah tersebut,” harapnya. (mrk/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tembak Begal di Tempat, Solusi atau Pelanggaran?
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Trump Tunda Serangan ke Iran Usai Permintaan Qatar dkk
• 10 jam laludetik.com
thumb
Harga Tiket Pesawat Berpotensi Naik 15%, Pemerintah Didorong Pangkas PPN
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Arsenal Tekuk Burnley 1-0, Kai Havertz Bawa The Gunners Selangkah Lagi Juara Premier League
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Bos Terra Drone Baca Pleidoi Kasus Kebakaran: Titik Terkelam Dalam Hidup Saya
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.