Tembak Begal di Tempat, Solusi atau Pelanggaran?

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Wacana penindakan keras terhadap pelaku begal kembali mencuat setelah Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta polisi menembak langsung pelaku begal di tempat.

Permintaan itu ia sampaikan menyusul maraknya kasus begal di berbagai daerah, mulai dari Makassar, Lampung, hingga Jakarta.

“Nah, ini juga menjadi concern ya, karena hal ini bukan di wilayah tertentu, misalnya di Makassar. Saya sudah menyampaikan itu ditindak untuk ditembak di tempat,” ujar Sahroni di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5/2026).

Baca juga: Begal dan Kriminal Turut Jadi Alasan Menhan Bentuk 750 Batalyon Baru

Sahroni menilai tindakan tegas diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Ia juga menegaskan agar seluruh Polda menyikapi kondisi ini dengan tindakan keras.

“Nah, tapi kan ada pihak-pihak nih yang melakukan perlawanan seolah-olah ini tidak baik. Ini baik sekali karena untuk memberikan rasa aman dan nyaman warga di mana pun berada,” jelasnya.

“Maka, saya menyampaikan itu, semua Polda harus menyikapi ini dengan tindak tegas, yaitu tembak di tempat,” imbuh Sahroni.

Deretan kasus begal: Dari Lampung hingga Jakarta

Wacana itu muncul di tengah meningkatnya kasus begal yang bahkan menimbulkan korban jiwa.

Salah satunya menimpa anggota kepolisian Brigadir Arya Supena (32) di Lampung. Ia tewas ditembak pelaku begal saat memergoki aksi pencurian motor di halaman sebuah toko di Bandar Lampung, Sabtu (9/5/2026) pagi.

Baca juga: “Selama Modus Begal Ini Ampuh, Akan Dicoba Terus”

Saat menegur pelaku, korban justru ditembak di bagian kepala hingga meninggal di lokasi kejadian.

Di Binjai, Sumatera Utara, seorang siswa SMA bernama Yudha juga menjadi korban begal saat berangkat sekolah pada Senin (11/5/2026). Ia sempat melawan, namun pelaku menyerang menggunakan parang hingga kedua tangannya terluka parah dan sepeda motornya dibawa kabur.

Sementara di Jakarta, aksi begal dan curanmor dilaporkan marak, khususnya di Jakarta Barat dalam sebulan terakhir. Modus pelaku beragam, mulai dari perampasan motor di jalan sepi hingga aksi siang hari di area publik.

Di Kebon Jeruk, komplotan pelaku bahkan menodongkan benda diduga pistol dan melepaskan tembakan saat merampas motor korban di depan warung makan.

“Saya keluar, ‘woi mau ngapain ini?’. Dia langsung nodongin pistol ke saya, bilang ‘diam, diam, diam’ katanya,” ujar korban Alif (25).

Di lokasi lain, Jalan Arjuna Selatan, korban juga mengalami kekerasan setelah ditendang hingga jatuh ke gorong-gorong sebelum motor dan barang-barangnya dirampas pelaku bersenjata celurit.

Baca juga: Kriminolog Ungkap 3 “Senjata” Utama Begal di Jalanan Jakarta

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di Jakarta Pusat, polisi menangkap empat pelaku begal bersenjata tajam yang menyerang dua remaja di kawasan Gunung Sahari. Pelaku menggunakan celurit untuk mengancam korban hingga berhasil membawa kabur motor dan ponsel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Konon, Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Tak Memuat Transfer Data Kependudukan
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
Diresmikan Pramono, Puskesmas Pembantu Meruya Selatan II Layani Hingga 100 Warga per Hari
• 23 jam laludisway.id
thumb
Pramono Resmikan Puskesmas Pembantu di Jakbar, Dorong Penurunan RW Kumuh
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Rehabilitasi Sekolah Pascabanjir Sumatra Tembus Rp2,9 Triliun, Ribuan Sekolah Kembali Beroperasi
• 8 jam laludisway.id
thumb
17 Calon Haji Asal Bekasi Batal Berangkat ke Tanah Suci karena Kondisi Kesehatan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.