jpnn.com - Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah melalui Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengoptimalkan peran UMKM dalam menghadapi goncangan ekonomi global.
Saleh menyampaikan bahwa UMKM adalah jantung dari perekonomian Indonesia yang harus menjadi andalan agar bisa bertahan dalam situasi geopolitik yang tidak menentu.
BACA JUGA: Muhadjir Effendy Merasa Tak Enak Menunda Pemeriksaan oleh KPK
"Jadi kalau UMKM-nya tidak benar, maka perekonomian kita pasti akan terguncang," kata Saleh saat rapat kerja bersama Kementerian UMKM di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (18/5/2026).
"Nah, di tengah situasi geopolitik yang seperti sekarang ini, ya, salah satu andalan kita itu adalah UMKM," lanjut legislator dari Fraksi PAN itu.
BACA JUGA: Ini Tampang AKP Deky Jonathan Sasiang yang Terlibat Jaringan Narkoba
Menurut dia, Kementerian UMKM perlu mengawasi kendala-kendala yang dialami oleh bank-bank penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR). Seperti diketahui, katanya, ada jutaan pelaku usaha yang menerima KUR.
Di sisi lain, dia pun ingin mengetahui upaya yang dilakukan Kementerian UMKM terhadap para pelaku UMKM selain yang menerima KUR. Sebab, UMKM yang menerima KUR sudah otomatis terdata.
BACA JUGA: Pengusaha Pacitan Ini Terseret Kasus Korupsi Bupati Ponorogo, Rumah Digeledah KPK
Hal itu menurutnya perlu dilakukan juga untuk menghimpun data seluruh pelaku usaha di Indonesia, demi menunjang pembangunan Indonesia dengan data yang valid.
Terlebih lagi, DPR RI kini sedang menyusun Rancangan Undang-Undang tentang Satu Data Indonesia.
Saleh mengingatkan jangan sampai data jumlah pelaku UMKM berbeda-beda di tiap kementerian, mulai dari Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, hingga Kementerian Sosial.
Menurutnya, perbedaan data akan membuat perencanaan jangkauan penerima bantuan menjadi tidak fokus.
"Karena itu mungkin ini juga penting ya soal pendataan," ujar wakil ketua umum PAN itu.(ant/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam




