Mobil Listrik Tesla-Volkswagen Cs Mogok, Bisakah Didorong Seperti Kendaraan Biasa?

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Salah satu ketakutan terbesar pengguna mobil listrik (EV) adalah kehabisan daya di tengah jalan atau yang sering disebut sebagai range anxiety.

Saat mobil bensin mogok, mendorongnya ke pinggir jalan adalah solusi umum. Namun, muncul pertanyaan penting, apakah mobil listrik seperti milik Tesla hingga Volkswagen juga bisa didorong saat baterainya benar-benar habis?

Secara teknis, mobil listrik bisa didorong, namun hanya untuk jarak yang sangat pendek dan dengan prosedur tertentu. Berbeda dengan mobil konvensional, mobil listrik tidak memiliki transmisi standar, tetapi tetap bisa dipindahkan ke posisi "netral".

Melansir dari Recharged, Selasa (19/5/2026), meskipun baterai utama (baterai traksi) habis, mobil biasanya masih memiliki baterai 12-volt yang berfungsi untuk mengoperasikan sistem elektronik, termasuk memindahkan transmisi ke posisi netral.

Namun, jika baterai 12-volt ini juga mati, proses pemindahan ke posisi netral bisa menjadi lebih rumit dan mungkin memerlukan bantuan daya (jump-start).

Para ahli kendaraan listrik sangat tidak merekomendasikan metode pendorongan atau penarikan menggunakan tali untuk jarak jauh. Terdapat dua risiko utama yang mendasari rekomendasi tersebut.

Baca Juga

  • Daftar Harga Mobil Listrik BYD Indonesia 18 Mei 2026, Atto 1 hingga Denza
  • Purbaya Prediksi Konflik Timur Tengah Berlarut jadi Alasan Guyur Insentif Mobil Listrik
  • BMW Tembus Produksi 2 Juta Unit Mobil Listrik, 18% dari Total Penjualan

Pertama, fenomena induksi listrik. Saat roda kendaraan listrik berputar—misalnya akibat ditarik dengan tali—motor listrik di dalamnya tetap akan membangkitkan energi dan panas secara otomatis. Panas berlebih yang dihasilkan berpotensi merusak motor penggerak maupun komponen drivetrain secara permanen.

Kedua, persoalan bobot kendaraan. Baterai berkapasitas besar yang menjadi komponen utama EV membuat bobot keseluruhan kendaraan listrik secara signifikan lebih berat dibandingkan mobil berbahan bakar minyak. Kondisi ini menjadikan pendorongan manual oleh tenaga manusia sangat sulit dilakukan, bahkan berbahaya.

Sejumlah pabrikan kendaraan listrik global telah mengantisipasi skenario darurat ini dengan menyertakan fitur khusus pada produk mereka. Tesla, misalnya, membekali kendaraannya dengan Transport Mode yang memungkinkan roda berputar perlahan sehingga mobil dapat dinaikkan ke atas truk derek, dengan batas jarak sekitar delapan meter.

Sementara itu, Volkswagen ID.4 memiliki mekanisme berbeda. Kendaraan asal Jerman tersebut mensyaratkan pengemudi tetap duduk di kursi pengemudi selama kendaraan dalam posisi netral. Jika kursi pengemudi tidak berpenghuni, sistem secara otomatis akan mengembalikan transmisi ke posisi parkir.

Metode evakuasi yang paling direkomendasikan oleh para teknisi dan pabrikan EV adalah penggunaan truk derek flatbed. Dengan metode ini, seluruh keempat roda kendaraan diangkat sepenuhnya dari permukaan jalan, sehingga tidak ada rotasi roda yang terjadi dan risiko kerusakan motor listrik dapat dieliminasi sepenuhnya.

Perkembangan ekosistem pendukung EV juga mulai menunjukkan kemajuan. Beberapa penyedia layanan bantuan darurat kini mulai mengoperasikan unit pengisi daya portabel yang dapat mendatangi lokasi kendaraan mogok, memberikan daya yang cukup bagi pengemudi untuk melanjutkan perjalanan menuju stasiun pengisian terdekat.

Sebelum kondisi kritis terjadi, sistem peringatan bawaan kendaraan listrik umumnya akan menampilkan notifikasi di dasbor ketika kapasitas baterai turun di bawah 20 persen. Apabila peringatan tersebut diabaikan, kendaraan akan secara otomatis masuk ke mode Turtle Mode atau Mode Kura-kura.

Dalam mode tersebut, sistem secara drastis membatasi kecepatan dan akselerasi kendaraan. Tujuannya adalah mempertahankan daya yang tersisa agar pengemudi masih memiliki kesempatan untuk menepi dengan aman sebelum kendaraan benar-benar berhenti.

Para pelaku industri dan teknisi EV menyarankan pemilik kendaraan listrik untuk secara konsisten memantau indikator baterai dan menghindari kondisi daya di bawah nol persen. Kebiasaan ini tidak hanya mencegah situasi darurat di jalan, tetapi juga berkontribusi pada umur panjang baterai kendaraan dalam jangka panjang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Andre Rosiade Bergerak Bantu Maulana, Balita Korban KDRT Ayah Kandung Kini Mulai Ceria
• 16 jam laludetik.com
thumb
RI Mau Garap Harta Karun Langka Tapi Sayang Teknologinya Belum Punya
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kronologi Wagub Babel Hellyana Divonis 4 Bulan Penjara atas Kasus Penipuan Kamar Hotel, Sang Pejabat Ajukan Banding
• 54 menit lalugrid.id
thumb
Membaca Ulang Kebangkitan Nasional dan Luka Ekonomi Bangsa
• 2 jam laludetik.com
thumb
Pariwisata dan Ekonomi Syariah jadi Prioritas Jateng pada 2027
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.