Pakar: Belajar Bahasa Inggris Sejak Kelas 3 SD Penting untuk Hadapi Kompetisi Global

suarasurabaya.net
4 jam lalu
Cover Berita

Kebijakan baru Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang secara resmi mewajibkan mata pelajaran Bahasa Inggris dimulai sejak kelas 3 Sekolah Dasar (SD) menuai berbagai respons dari masyarakat.

Diketahui regulasi tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025.

Menurut Prof. Diah Ariani Arimbi Guru Besar Departemen Bahasa & Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) menilai belajar bahasa Inggris sejak dini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan industri global di masa depan.

Secara perspektif linguistik, masyarakat Indonesia tumbuh di lingkungan multietnik yang secara umum terbiasa menggunakan lebih dari satu bahasa.

Menurut Diah, kondisi sosial itu seharusnya membuat pembelajaran bahasa asing, termasuk Inggris menjadi sesuatu yang umum di masyarakat dan tidak perlu ditakuti.

“Sebagian besar sudah bilingual. Karena lahir pakai bahasa ibu, bahasa lokal. Saat sekolah pakai bahasa Indonesia. Dengan modal ini, pembelajaran bahasa asing jadi sesuatu yang common, bukan sesuatu yang harus ditakuti,” kata Diah waktu mengudara dalam Program Wawasan Radio Suara Surabaya, Selasa (19/5/2026).

Guru Besar FIB Unair itu mengatakan, regulasi ini menjadi langkah positif untuk mempersiapkan Gen Alpha menghadapi kompetisi global yang semakin terbuka di masa depan.

“Pelajaran english sudah ada lama dari 80-an, sempat hilang, sekarang kembali lagi. Menurut saya sangat bagus mempersiapkan siap kompetisi global. Tantangan pasti beda, terutama dalam hal sumber daya, masuknya pekerja asing,” tuturnya.

Dalam proses pembelajarannya di era saat ini, bahasa Inggris dinilai lebih dekat dengan siswa karena sejalan dengan perkembangan dunia digital dan budaya populer yang menggunakan bahasa tersebut.

“Jaman sekarang ini dengan dunia digital, yang diajari ini kan Gen Alpha, sangat dekat dengan digital. Budaya digital kita sekarang pakai bahasa Inggris. Kegiatan online mainnya, lagu barat, permainan, kartun, sudah sangat umum,” ucapnya.

Selain meningkatkan kemampuan bahasa, Diah menilai pembelajaran bahasa asing juga memperluas pemahaman budaya dan kemampuan komunikasi lintas budaya. Menurutnya, memahami budaya juga menjadi indikator penting dalam menjalin sosialisasi.

“Belajar bahasa itu bukan bahasa saja, tapi juga budaya. Kalau belajar bahasa Inggris, Mandarin, kita punya kompetensi intercultural competency karena expose dunia global semakin luas,” ucap Diah.

Meski demikian, Diah menyatakan masih ada tantangan yang harus diselesaikan pemerintah untuk menjalankan regulasi ini. Yakni disparitas kualitas pendidikan di berbagai daerah.

Disparitas pendidikan itu tidak menjamin ketersediaan guru bahasa Inggris yang kompeten di berbagai daerah. Oleh sebab itu, pemerintah wajib memberikan peningkatan kapasitas guru.

“Disparitas Indonesia luar biasa. Tantangan ketersediaan guru bahasa Inggris bukan persoalan mudah. Guru harus diberi peningkatan kapasitas diri dan pengembangan ke aplikasi digital,” katanya.

Diah juga menambahkan pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa SD lebih menekankan kemampuan komunikasi dibanding hafalan. Menurutnya, rasa percaya diri menjadi faktor penting supaya anak tidak takut belajar.

“Yang dibutuhkan komunikasi. Karena banyak yang pintar baca dan menulis, komunikasi kurang karena tidak pede, khawatir salah. Yang di-push dari komunikasi adalah confidence, berbuat salah itu manusiawi,” tandasnya.(wld/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Belum Mampu Produksi, Pemerintah Siap Impor 100 Ribu Tabung CNG 3 Kg dari China
• 18 jam laluidxchannel.com
thumb
Penembakan di Pusat Islam San Diego, 5 Orang Tewas Termasuk 2 Pelaku
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Luhut Sebut Investor Global Masih Wait and See Hasil Transformasi Integritas Pasar Modal
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
DPD RI Dukung Pengembangan Industri Kreatif dan Musik di Kalimantan Utara
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Tegas! John Herdman Tidak Jamin Pemain Diaspora Otomatis Dapat Tempat di Timnas Indonesia
• 1 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.