REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Nusa Mandiri Innovation Center (NIC) Universitas Nusa Mandiri (UNM) sebagai Kampus Digital Bisnis terus mendorong pengembangan inovasi berbasis teknologi melalui penjajakan riset artificial intelligence (AI) pada sektor budi daya akuakultur.
Langkah strategis tersebut dilakukan melalui kegiatan survei dan kunjungan mitra Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ke P2MKP Mina Mulya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung tim dosen UNM yang terdiri atas Ir Andi Saryoko, M.Kom, IPM, ASEAN Eng, Dr Ali Khumaidi, M.Kom, Fitra Septia Nugraha, M.Kom, dan Siti Nurlela, M.Kom.
Tim melakukan observasi lapangan terhadap proses budi daya ikan hias sekaligus mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi pelaku usaha akuakultur.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Berdasarkan hasil survei, sejumlah proses operasional budi daya diketahui masih dilakukan secara manual. Mulai dari penghitungan jumlah ikan, identifikasi genetika ikan, hingga monitoring kualitas air kolam.Kondisi ini dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penerapan teknologi AI dan Internet of Things (IoT) agar proses budidaya menjadi lebih efektif, efisien, dan modern.
Pengembangan teknologi berbasis AI pada sektor perikanan sendiri kini mulai menjadi perhatian berbagai institusi pendidikan dan riset di Indonesia karena dinilai mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya secara signifikan.
Kepala Nusa Mandiri Innovation Center, Fitra Septia Nugraha, mengatakan, teknologi AI memiliki peluang besar untuk mendukung transformasi sektor akuakultur berbasis digital dan berkelanjutan.
Dalam konteks ini, jelas dia, NIC ingin menghadirkan riset yang tidak hanya bersifat akademis, tetapi juga mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat.
‘’Melalui pengembangan AI untuk budi daya akuakultur, kami berharap bisa membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pelaku usaha budidaya ikan,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (19/5/2026).
Selain fokus pada pengembangan teknologi budi daya, NIC melihat peluang implementasi AI untuk mendukung pemasaran digital produk perikanan. Salah satunya melalui pengembangan konten promosi berbasis teknologi digital dan AI guna membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pasar.
“Langkah ini menjadi bagian dari komitmen UNM dalam menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan sektor industri berbasis digital,” tegasnya.
Melalui kolaborasi ini, UNM berharap dapat menghasilkan inovasi dan riset terapan yang mampu mendukung pengembangan akuakultur modern berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha budi daya ikan di Indonesia.




