EtIndonesia. Lembaga imigrasi Venezuela pada Sabtu (16 Mei) mengumumkan bahwa pengusaha sekaligus sekutu penting mantan presiden Nicolás Maduro, yaitu Alex Saab, telah dideportasi dari negara itu dan diyakini telah diekstradisi ke Amerika Serikat.
Saab ditangkap awal tahun ini dalam operasi gabungan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pengamat menilai ia kemungkinan dapat menjadi sumber penting bagi jaksa Amerika dalam penyelidikan kasus terhadap Maduro.
Dalam pernyataannya, lembaga imigrasi Venezuela menyebut Saab dideportasi karena diduga terlibat dalam berbagai tindak kejahatan di Amerika Serikat.
Saab yang kini berusia 54 tahun adalah pengusaha keturunan Kolombia. Ia beberapa kali tampil bersama Maduro dalam acara publik dan dikenal memiliki hubungan sangat dekat dengan pemimpin Venezuela tersebut. Selama bertahun-tahun, ia dianggap sebagai “orang kepercayaan” rezim Maduro sekaligus jalur utama pencucian uang.
Pejabat penegak hukum Amerika mengungkapkan bahwa Saab ditangkap di Caracas pada Februari tahun ini, hanya sebulan setelah Maduro sendiri ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat. Pengamat menilai hal ini menunjukkan semakin eratnya kerja sama penegakan hukum antara pemerintahan presiden sementara Delcy Rodríguez dan Amerika Serikat.
Sumber-sumber terkait menyebutkan bahwa Saab kemungkinan akan memberikan informasi kepada pihak Amerika guna membantu penyelidikan pidana terhadap Maduro.
Maduro dan istrinya telah dibawa ke New York pada Januari tahun ini untuk menghadapi dakwaan terkait narkotika dan terorisme. Keduanya membantah semua tuduhan tersebut.
Pada tahun 2020, Saab pernah ditahan oleh Amerika Serikat atas tuduhan penyuapan. Namun pada 2023, ia memperoleh pengampunan sebagai bagian dari pertukaran dengan warga Amerika yang ditahan di Venezuela.
Laporan gabungan oleh reporter NTDTV, Xu Zhe dan Wen Hui.





